Pelita News indramayu
Musim tanam gadu tahun 2023 di Desa Sumbon Kecamatan Kroya Kabupaten Indramayu diduga banyak yang gagal panen, hal itu diindikasikan kurangnya pasokan air yang mengairi sawah petani.
Menurut H.Jojo Tarjo Kuwu Desa Sumbon Kecamatan Kroya Kabupaten indramayu Rabu 20/09 mengatakan, ratusan hektar sawah milik warga dimusim tanam gadu banyak yang mengalami gagal panen, sehingga banyak petani yang merugi dimusim panen kali ini.
“sekitar 500 hektare sawah gagal panen Kali ini,”katanya.
Lebih lanjut Kuwu H.Jojo Tarjo menyebutkan musim kemarau kali ini sangat berimbas kebanyak petani diwilayahnya, dan kemarau kali ini diduga membuat petani kesulitan mendapatkan pasokan air untuk sawah ya.
“sangat sulit untuk mendapatkan air,”lanjutnya.
Sekitar 500 hektare sawah yang ada di Desa Sumbon mengalami gagal panen, dan hal itu juga berimbas pada lambatnya pembayaran PBB yang harus dibayar oleh warga. Diperkirakan kerugian yang diakibatkan gagal panen, warga petani Desa Sumbon Diduga mengalami kerugian hingga jutaan rupiah.
“mayoritas masyarakat desa Sumbon 90 persen sebagai petani, dengan pertanian tidak panen masyarakat kehilangan penghasilan , maka dengan dampak masyarakat untuk membayar pajak bumi dan pajak bangunan terhentikan minta tempo menunggu hasil panen berikutnya,”ucapnya.
Tak tinggal diam H.Jojo Tarjo bersama pamong desa terus berupaya untuk mengatasi sulitnya air yang didapat para petani untuk sawahnya dengan membuat sumur bor, namun usahanya sia-sia sumur yang dibuatnya tidak mengeluarkan air untuk sawah petani.
“kami Bersama pamong desa kelompok tani dan masyarakat petani berusaha supaya tanaman Padi bisa panen , Sampai beruaha membuat Bor pompa sumur , Akan tetapi tidak berhasil , Karena membuat Bor sumur pompa tidak keluar air,” ungkapnya.(Furqon)















