Indramayu,PN
Perlintasan kerta api disejumlah wilayah di kabupaten Indramayu, sebagian belum memiliki palang pintu otomatis, sehingga kondisi ini dinilai rawan tejadinya kecelakaan lalulintas.
Tingginya aktifitas warga yang melintasi jalur kereta api sejak pagi hingga sore hari dinilai sangat rawan kecelakaan yang tejadi antara kerta api dengan kendaraan mobil maupun motor yang menyebrangi lintasnan kereta api yang tidak waspada dan hati-hati, mengakibatkan kecelakaan maut yang merenggut banyak nyawa melayang sia-sia.
Bedasarkan pemantauan dilapangan beberapa lintasan kereta api yang harus diwaspadai kerena belum memiliki pintu otomatis. Tercatat ada beberapa titik lintasan kereta api di wilayah kabupaten Indramayu yang harus diwaspadai kerap terjadi kecelakaan diantaranya di Desa Jengkok Kecamatan Kertasmaya (KM 187+998), perlintasan Saradan antara Desa Kedokangabus dan Plosokerep (KM 157+454), perlintasan Blok H Darim antara Jatibarang dan Kertasmaya (KM 186+850).
Selanjutnya perlintasan yang juga dianggap sangat rawan yaitu perlintasan Blok Badak Desa Mundakjaya antara Stasiun Terisi dan Stasiun Telagasari (KM 163+336), perlintasan di Desa Jayamulya Kecamatan Kroya (KM 143+2/3), perlintasan di Desa Kertanegara Kecamatan Haurgeulis (KM 135+703), dan perlintasan Karangtumaritis Kecamatan Haurgeulis (KM 133+186).
Tingginya lintasan Kereta Api di wilayah Indramayu menyebabkan sebagian warga mengaku kawatir saat melintas di kawasan tersebut, sejumlah warga mengaku lebih merasa aman bila lintasan tersebut telah dilengkapi pintu otomatis atau setidaknya rambu-rambu yang terpasang di seluruh kawasan lintasan Kereta api diantaranya rambu underpass, ataupun early warning device yang disesuaikan dengan kepadatan lalulintas yang melewati jalan tersebut.
Kasus kecelakaan lalulintas yang menyebabkan kecelakaan yang merenggut nyawa, disebabkan faktor kelalaian manusia diantaranya tidak sabarnya pengendara melintas, serta sikap ketidak -hati hatian selama bekendara teutama saat melintasi rel kerta api.
Salah seorang pengemudi kendaraan yang kerap melintas di kawasan rel kereta api, Diut, 57 mengaku memiliki kiat tesendiri dalam bekendara saat melintas dikawasan tersebut. Yang pertama agar selalu waspada melihat sekitar akan adanya kereta api melintas. Kedua bila menggunakan kendaraan mobil, agar prosisi gigi kendraan dalam posisi rendah, sehingga menghindari tejadinya mati mesin mendadak. Usahakan agar segera melintas dengan cepat saat sudah dianggap aman . hidari melintas jika kondisi jalur pacet, serta waspadai adanya kereta melintas di jalur dua track yang kerap membuat masyarakat kurang waspada.” Yang paling utama tentunya kewaspadaan kita saat melintas , pastikan dalam kondisi sudah aman,” pungkasnya.*(ichsan).















