Pelita News | Cirebon — Langit Cirebon bersaksi. Di Hari Koperasi Nasional ke-78, bukan hanya sekadar seremoni yang terjadi, tapi sejarah baru dimulai. Pemerintah Kabupaten Cirebon, di bawah kepemimpinan Bupati Imron, secara resmi mendeklarasikan 424 Koperasi Merah Putih, sebagai simbol nyata proklamasi ekonomi rakyat!
Tak lagi berjalan sendiri-sendiri, koperasi di Kabupaten Cirebon kini diarahkan menjadi kekuatan ekonomi terintegrasi, saling terhubung, saling menguatkan, dan siap menjadi garda depan kebangkitan ekonomi kerakyatan.
“Membangun koperasi itu bukan soal uang. Ini soal karakter, soal pola pikir. Dan itu jauh lebih sulit. Tapi di sinilah kunci masa depan kita,” Bupati Imron, di hadapan ratusan pelaku koperasi dan ribuan warga yang memadati acara puncak Harkopnas 2025.
Dari Desa, Untuk Indonesia: Koperasi Jadi Pilar Ketahanan Ekonomi & Pangan
Pemerintah tidak tinggal diam. Raperda Penguatan Koperasi Berbasis Pentahelix tengah disiapkan, mengintegrasikan kekuatan masyarakat, akademisi, dunia usaha, media, dan pemerintah. Ini bukan proyek biasa. Ini adalah gerakan besar, yang akan membawa koperasi keluar dari bayang-bayang menjadi soko guru perekonomian yang sesungguhnya.
Di tengah gejolak ekonomi global, Cirebon memilih jalan gotong royong: koperasi sebagai solusi. Sebuah ekosistem ekonomi inklusif dan berkeadilan yang dibangun dari bawah, dari desa-desa, dari masyarakat kecil, dari tangan-tangan yang selama ini tak terdengar.
Semarak Jalan Santai Harkopnas: Ribuan Warga Tumpah Ruah!
Tak hanya peresmian koperasi, semangat Hari Koperasi juga membuncah dalam acara Jalan Santai Harkopnas ke-78 yang digelar meriah. Ribuan warga, pelaku koperasi, hingga pelajar ikut turun ke jalan — merayakan solidaritas dan semangat kolektif membangun ekonomi bersama.
“Koperasi bukan milik satu kelompok, tapi milik kita semua. Ini saatnya kita bangkit bersama,” ujar seorang peserta jalan santai yang mengenakan kaos bertuliskan “Koperasi, Harga Mati!” @Nurzaman















