Pelita News | Cirebonkab — Upaya menggerakkan ekonomi masyarakat dari tingkat desa mulai diperkuat Pemerintah Kabupaten Cirebon. Sebanyak 116 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) kini telah terbangun dan siap beroperasi, lengkap dengan dukungan sarana transportasi untuk menunjang aktivitas koperasi.
Kesiapan tersebut ditandai dengan peresmian fasilitas, sarana, dan prasarana KDKMP dalam peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 dan Hari UMKM Kabupaten Cirebon yang digelar di Stadion Watubelah, Sumber, Minggu (9/8/2026).
Berdasarkan data Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Dinkop UKM) Kabupaten Cirebon, pembangunan KDKMP masih terus berjalan. Selain 116 koperasi yang telah siap beroperasi, sebanyak 288 KDKMP lainnya masih dalam tahap pembangunan.
Dukungan armada juga mulai disiapkan. Tercatat 103 unit mobil truk, 67 unit mobil double cabin, serta 98 unit kendaraan roda tiga telah tersedia untuk mendukung operasional KDKMP.
Bupati Cirebon Imron berharap berbagai fasilitas tersebut tidak hanya menjadi simbol program, tetapi benar-benar dimanfaatkan pengurus koperasi untuk mengembangkan kegiatan ekonomi di wilayah masing-masing.
“Kami harap nanti dari pengurus koperasi bisa menggunakan mobil-mobil ini untuk kepentingan koperasi. Mudah-mudahan koperasi kita maju, ekonomi kita Kabupaten Cirebon maju,” ujar Imron.
Bagi Pemkab Cirebon, penguatan koperasi desa tidak berhenti pada urusan perdagangan atau aktivitas ekonomi. Keberadaan koperasi juga diarahkan untuk ikut memperkuat ketahanan pangan masyarakat.
Imron menilai ketika aktivitas ekonomi di desa bergerak, daya beli dan kesejahteraan masyarakat ikut terdorong. Kondisi tersebut pada akhirnya diharapkan berkontribusi terhadap ketahanan pangan.
“Harapannya dengan adanya koperasi desa ini, nanti ekonomi di masyarakat berjalan. Dengan ekonomi berjalan, otomatis ketahanan pangan jalan,” kata Imron.
Ia kemudian menyampaikannya dengan ungkapan khas masyarakat Cirebon, yakni wong-e pada wareg lan sehat—masyarakat bisa tercukupi kebutuhan pangannya dan hidup sehat.
Di sisi lain, regenerasi menjadi tantangan yang tidak kalah penting bagi masa depan koperasi.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat, Yuke Mauliani Septina, mendorong koperasi di Cirebon maupun Jawa Barat untuk mulai lebih serius membuka ruang bagi generasi muda, termasuk Gen Z.
Menurut Yuke, keterlibatan anak muda diperlukan agar koperasi tidak kehilangan relevansi di tengah perubahan zaman.
“Saya sarankan untuk koperasi ke depan, ajaklah generasi-generasi muda, Gen Z. Generasi muda harus masuk ke koperasi,” ujarnya.
Ia juga mendorong penguatan literasi perkoperasian di kalangan generasi muda agar mereka tidak hanya menjadi anggota, tetapi turut memahami dan terlibat dalam pengelolaan koperasi.
“Buat literasi koperasi sebanyak-banyaknya untuk menjaga keberlangsungan koperasi,” kata Yuke.
Penguatan ekonomi kerakyatan di Kabupaten Cirebon juga menyasar sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kepala Dinkop UKM Kabupaten Cirebon, Alex Suheriyawan, mengatakan pemerintah daerah telah memiliki landasan regulasi berupa Peraturan Daerah (Perda) tentang UMKM dan koperasi.
Menurut Alex, regulasi tersebut menjadi pijakan untuk mendorong potensi ekonomi masyarakat agar berkembang melalui kolaborasi dan kebersamaan.
“Ada pesan utama dalam pelaksanaan ini bahwa kita sudah punya Perda, Perda UMKM dan Perda Koperasi Kabupaten Cirebon,” ujar Alex.
Selain regulasi, Pemkab Cirebon kini memperkuat pendampingan pelaku UMKM melalui Cirebon Inkubator Bisnis (CIB).
Program tersebut sebelumnya merupakan program strategis Dinkop UKM. Namun, kini statusnya meningkat menjadi salah satu program prioritas Kabupaten Cirebon.
“Yang tahun kemarin masih dalam bentuk program strategis dinas, sekarang sudah jadi program prioritas Kabupaten Cirebon,” kata Alex.
Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 dan Hari UMKM Kabupaten Cirebon pun tidak sekadar menjadi agenda seremonial. Pemerintah daerah menjadikannya sebagai momentum untuk memperkuat ekosistem ekonomi masyarakat melalui koperasi, UMKM, regulasi, fasilitas pendukung, hingga regenerasi pengelola koperasi.
Dengan ratusan KDKMP yang masih berproses dan ratusan armada yang mulai disiapkan, tantangan berikutnya adalah memastikan seluruh fasilitas tersebut benar-benar produktif dan mampu memberi dampak langsung bagi perekonomian masyarakat desa di Kabupaten Cirebon.@Sur
















