Pelita News, Indramayu – 100 Kuwu/Kepala Desa di Kabupaten Indramayu mengikuti diseminasi Living Lab tahun 2023. Kegiata yang diprakarsai Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda-Litbang) Kabupaten Indramayu di aula setempat, belum lama ini.
Kepala Bappeda-Litbang Kabupaten Indramayu, Iin Indrayati mengatakan, mengatakan konsep Living Lab ini bisa menjadi salasatu langkah cepat menyelesaikan permasalahan di Kabupaten Indramayu dari lingkup terkecil melalui pendekatan smart city dan smart village.
“Berbagai permasalahan yang di hadapi oleh masyarakat memerlukan berbagai strategi untuk memecahkannya. Salah satu solusi yang dilakukan adalah pendekatan smart city dan smart village,” kata dia dalam keterangannya, Rabu (22/02/2023).
Pendekatan smart city dan smart village banyak mengalami hambatan dalam pelaksanaannya sehingga membutuhkan strategi untuk dapat berjalan secara nyata. Salasatu strategi yang di lakukan adalah melalui Living Lab.
“Living Lab sebagai upaya identifikasi masalah, formulasi solusi, dan implementasi dalam lingkup kecil di level desa sesuai dengan kondisi setempat,” terangnya.
Sehingga diharapkan permasalahan tersebut bisa selesai dalam lingkup kecil, hasilnya bisa dikembangkan lagi ke wilayah yang lebih luas.
Adapun narasumber yang dihadirkan dalam Diseminasi Living Lab tersebut diantaranya, Dr. Hendra Sandhi Firmansyah, S.T, M.T. dari TIM SCCIC ITB, Camat Cantigi, Winaryo, dan Kepala Desa Cangkingan, Kecamatan Kedokanbunder, Didi Wahyudi.
Dari para narasumber, peserta diseminasi mendapatkan materi tentang konsep Living lab dan contoh implementasi di lapangan sebagai wawasan dan bahan tindak lanjut di desa-desa lainnya. (saprorudin)















