Pelita News I Indramayu – Kematian Putri Apriyani (21 tahun) warga Desa Rambatan Wetan Kecamatan Sindang yang jenazahnya ditemukan dalam kamar kos di Blok Ceblok Desa Singajaya, Kecamatan/Kabupaten Indramayu dinilai keluarganya janggal. Pasalnya, saat ditemukan kondisi wajahnya gosong dan diduga menjadi korban pembunuhan dengan cara dibakar. Karena kejanggalan ini, keluarga korban menuntut keadilan atas meninggalnya Putri Apriyani.
Sementara, polisi sendiri belum mengungkap apa penyebab pasti kematian korban dan kronologi. Kasus ini masih dalam proses penyelidikan mendalam oleh pihak kepolisian.
Ayah dari Putri Apriyani, Karja (48 tahun) yang ditemui wartawan dikediamannya, Minggu (10/8/2025) mengaku hatinya hancur mengetahui kematian putrinya itu. Apalagi saat melihat kondisi terakhir anak bungsunya itu. Wajahnya yang semula cantik berubah menghitam gosong seperti habis dibakar.
“Saya masih mengenali muka anak saya itu, mungkin kalau orang lain belum tentu mengenali karena kondisinya lumayan parah,” kata dia sedih.
Secara keseluruhan, lanjut Karja, dirinya tidak tahu persis dimana saja luka yang ada di tubuh anaknya. Karena malam saat autopsi dilakukan dirinya syok berat. Namun dia, hanya ingat luka bakar itu ada di bagian muka, kemudian rambut, sedangkan baju dan celana masih utuh.
“Saya panik, semula saya mau lihat luka ada dimana saja, tapi berubah ngeblank,” jelasnya.
Masih dikatakan Karja, dirinya meminta pihak kepolisian untuk segera mengungkap kasus tersebut. “Kami hanya minta keadilan untuk putri saya. Sehingga jelas apa penyebabnya,” ujar dia.
Sementara, paman korban, Tamsin (58 tahun) merasa kehilangan atas kematian keponakannya itu. “Anak yang dari kecil diasuh dan dibesarkan. Sudah gede malah diambil nyawanya secara tidak masuk akal. Perasaan keluarga saat ini sangat hancur,” kata dia
Tamsin pun meminta tolong kepada semua pihak untuk mengawal kasus ini hingga pelakunya bisa tertangkap dan diadili sesuai dengan perbuatannya. Keluarga juga menuntut pihak kepolisian segera mengungkap penyebab pasti dan alasan pelaku tega menghabisi nyawa Putri secara tragis.
“Biar jelas dan terang benderang penyebab kematian korban, kami minta tolong agar kasusnya dikawal,” ujar dia.
Dia yakin polisi punya cara untuk mengungkap kasus yang menimpa Putri Apriyani. Pihak keluarga pun menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada polisi untuk mengungkap kejadian ini.
Kapolres Indramayu, AKBP Mochamad Fajar Gemilang melalui Kasi Humas Polres Indramayu, AKP Tarno meminta warga untuk menanti perkembangan lebih lanjut soal kejadian ini dari pihak kepolisian. Karena proses penyelidikan masih berlangsung.
“Kita masih melakukan pendalaman kasusnya, tujuannya agar peristiwa ini terungkap,” jelas Tarno. @safaro















