Pelita News | Cirebon.- Di tengah kesulitan yang dihadapi petani Indonesia akibat turunnya harga gabah dan langkanya pupuk bersubsidi, sebuah kasus penyalahgunaan distribusi pupuk subsidi oleh oknum berani terungkap di Cirebon, Jawa Barat. Aksi ini semakin memperburuk beban petani yang kesulitan mendapatkan pupuk dengan harga yang sudah ditentukan pemerintah.
Satuan Reserse Kriminal Polresta Cirebon baru-baru ini menggerebek sebuah gudang pupuk bersubsidi yang disalahgunakan di rumah milik TR (45) di Desa Bunder, Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon. Polisi menemukan ribuan kilogram pupuk subsidi jenis urea dan NPK Phonska yang diduga akan dijual secara ilegal.
Kapolresta Cirebon, Kombes Sumarni, mengungkapkan bahwa penggerebekan ini berawal dari laporan polisi pada 14 November 2024. TR, yang bekerja sebagai wiraswasta, diduga membeli pupuk subsidi dari agen resmi, kemudian menimbunnya di gudangnya untuk dijual kembali dengan harga jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), mencapai Rp 450.000 per 100 kilogram. Praktik ilegal ini sudah berlangsung sekitar dua bulan.
Dalam penggerebekan tersebut, polisi berhasil menyita 3,5 ton pupuk urea subsidi, 9 kuintal pupuk NPK Phonska, uang tunai Rp 450.000, serta nota pembelian pupuk bersubsidi. TR diketahui mengantongi keuntungan sebesar Rp 2.000 per kilogram pupuk yang dijual, dengan total keuntungan mencapai Rp 8.800.000.
Kasat Reskrim Polresta Cirebon, Kompol Siswo De Cuellar Tarigan, menyebutkan bahwa pelaku dapat dijerat dengan pasal-pasal terkait perdagangan ilegal dan penyalahgunaan barang bersubsidi, termasuk undang-undang yang mengatur tindak pidana kejahatan ekonomi.
Meskipun status hukum TR masih dalam pengembangan, penggerebekan ini mencuri perhatian publik yang geram dengan tindakan oknum yang merugikan petani. Polisi mengimbau masyarakat untuk tidak terlibat dalam penyalahgunaan pupuk bersubsidi, mengingat betapa krusialnya peran pupuk tersebut bagi keberlanjutan sektor pertanian di Indonesia.
Kasus ini menambah panjang daftar permasalahan yang dihadapi sektor pertanian Indonesia, yang semakin membutuhkan perhatian serius dari pemerintah untuk memastikan distribusi pupuk tepat sasaran, agar para petani dapat kembali berproduksi dengan optimal.@Bams















