
Pelita News Kabupaten Cirebon
Pemerintah Desa (Pemdes) Arjawinangun Kecamatan Arjawinangun Kabupaten Cirebon terus genjot dan realisasikan pembangunan fisik ditahun 2024. Berbagai pembangunan untuk memajukan wilayah Desa Arjawinangun terus dibuktikan, sejak terpilihnya H.Maman (Caim) sebagai Kuwu Desa Arjawinangun hingga saat ini, terlihat tak ada hentinya pembangunan desa terus bermunculan baik hot mix jalan lingkungan, JUT, TPT, Gedung Desa, Tempat Penampungan Sampah Sementara (TPS) dan masih banyak lagi.

Belum lama ini Pemdes Arjawinangun melalui kepemimpinan H.Maman (Caim) sebagai Kuwu Desa Arjawinangun, pihaknya telah merealisasikan program pembangunan pengaspalan jalan lingkungan, dan kali ini Ia kembali wujudka. Akses jalan baru yakni dengan membangun dua jembatan penghubung jalan warganya dan Jalan Usaha Tani.
Menurut H.Maman (Caim) melalui Perangkat Desanya Riyo Anas menjelaskan pembangunan jembatan penghubung jalan warga merupakan salah satu program desa yang selama ini warga untuk melewati jalan tersebut harus kondisi jembatan yang dinilainya sangat tilayak dan mengkhawatirkan keselamatan pengguna jembatan tersebut.
“betul ditahun 2024 ini banyak pembangunan fisik yang kami lakukan, dan kali ini kami bangun jembatan penghubung jalan dan JUT, karena ini sudah sangat layak tersentuh program pembangunan pemerintah,”jelas H.Maman (Caim) melalui Riyo Anas Senin 12/09.

Lebih lanjut Ia juga paparkan, bahwa jembatan penghubung jalan itu sebelumnya hanya menggunakan material kayu yang saat ini sudah lapuk dan diduga kedepannya dapat membahayakan warganya, terlebih saat dilalui dengan kendaraan bermotor roda dua dikhawatirkan badan jembatan tidak mampu menopang berat kendaraan dan penggunanya.
“sebelumnya hanya menggunakan kayu paoan sebagai badan jembatan, dan hanya lebar sekitar satu meter, tapi kami perlebar jembatan ini dengan menggunakan pembangunan yang lebih modern sehingga bisa dilalui oleh kendaraan bermotor roda dua,”paparnya.
Tak hanya itu, H.Maman (Caim) melalui Riyo Anas juga menyebutkan pengerasan Jalan Usaha Tani (JUT) merupakan bentuk perhatian pemerintah Desa terhadap akses jalan pertanian, hal itu diwujudkannya agar petani dapat melewati akses jalan itu tanpa ada hambatan yang ditimbulkan oleh jalan yang rusak dan masih berlumpur.
“jalan ini merupakan salah satu akses pertanian, kami upayakan jalan ini agar nyaman dilalui, dan langsung terhubung dengan jembatan yang saat ini sedang kami bangun,”sebutnya.

Melalui pembangunan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Desa Arjawinangun H.Maman (Caim) melalui Riyo Anas menyampaikan, pembangunan yang dilaksanakan merupakan bentuk perhatian dan keseriusan serta ketanggapan Pemdes Arjawinangun atas kondisi wilayah, selain itu juga Ia berharap melalui pembangunan yang ada diharap bisa dirasakan manfaatnya oleh seluruh warganya.
“pembangunan yang kami lakukan semuanya itu semata-mata demi warga dan desa kami, dan semoga pembangunan ini kembali dirasakan manfaatnya,”pungkasnya.(Sur)















