Pelita News I Indramayu – Lembaga survei Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) merilis hasil survei tiga pasangan calon (Paslon) peserta Pilkada Indramayu tahun 2024.
Dari rilis yang diterima, pasangan calon (Paslon) nomor urut 2, Lucky Hakim – Syaefudin unggul 59,1 persen. Prosesntasi itu melampaui Paslon Nomor Urut 3, Nina Agustina – Tobroni, di angka 27,1 persen dan Paslon nomor urut 1, Bambang Hermanto – Kasan Basari, stagnan diangka 8,8 persen. Sementara yang belum memilih 5 persen.
Senior Analisa Puskaptis, Tan Laurence, mengatakan, metodologi kerja survei yang dilakukan Puskaptis adalah sampel dipilih sepenuhnya secara acak (probability sampling), dengan menggunakan metode penarikan sampel acak bertingkat (multistage random sampling), dengan memperhatikan urban/rural serta proporsional antara jumlah sampel dengan jumlah pemilih di setiap provinsi.
Kegiatan pengambilan sempling yang dilakukan pada periode tanggal 4 – 8 November 2024 melalui wawancara tatap muka (face to face interview) serta menggunakan kuesioner terstruktur (structured interview), dengan unit sampling primer survei (PSU) ini adalah desa/kelurahan dengan sampel kelurahan yang tersebar di seluruh Kecamatan di Kabupaten Indramayu Jawa Barat.
Menurutnya, metode pengambilan data menyasar responden adalah 17 tahun atau sudah memenuhi syarat pemilih dengan tingkat quality control dilakukan terhadap hasil wawancara, yang dipilih secara random sebesar 20 persen dari total sampel dan dalam quality control tidak ditemukan adanya kesalahan berarti.
“Kami telah diambil dari jumlah sampel sebanyak 800 responden dengan margin of error +/-2,8 sampai 4 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen,” dalam rilisnya, Sabtu (09/11/2024).
Tan memprediksi trend Paslon Lucky Syaefudin terus unggul dari paslon lain karena dipicu adanya peristiwa yang dapat merubah angka swing fotter mengalami penurunan secara sporadis. Ia menduga pergeseran angka voter dan prilaku responden berpindah ke Paslon 02 cukup bagus dibandingkan sampling yang diambil pada 2 Oktober 2024 kemarin.
Ia mengatakan, Puskaptis akan kembali mengambil random sumpling menjelas hari tenang guna mengukur angka swing fotter dan kegamangan pemilih yang masih belum menentukan pilihan.
“Dari pantauan dilapangan prilaku pemilih yang masih belum menentukan pilihan sudah sangat tipis, dari 100 sampling voter nyaris tidak ditemukan,”tuturnya. @safaro















