Pelita News | Cirebon Timur — Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke 28, SMA Negeri 1 Karangwareng (SMANSAKA), Kabupaten Cirebon menyelenggarakan Pagelaran Kokurikuler tahun 2026. Selain itu, Panitia Harlah SMANSAKA 28 juga menggelar berbagai kegiatan lomba yang diikuti pelajar tingkat SMP. Diantaranya lomba baca puisi, mendongeng, solo vocal dan tari kreasi solo. Kamis (12/2/2025).
Puncak acara Harlah SMANSAKA 28 di awali dengan pembukaan tari, menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan ayat suci Al-Quran, sambutan Ketua Pelaksana, sambutan Kepala Sekolah, sambutan Komite, dan sambutan MKKS SMA. Berikutnya, kegiatan perayaan Harlah SMANSAKA 28 dilanjut pembukaan secara simbolis dengan penampilan awal di isi solo vocal, penampilan tari, solo dance, dan pembagian hadiah.
Sedangkan pada Pagelaran Kokurikuler SMANSAKA tahun 2026 diantaranya terdapat Tari Kecak, Drama Nyi Roro Kidul, Kesenian Betawi, Drama Roro Jonggrang, Tari Sintren, Drama Rama dan Sinta, Drama Tangkuban Parahu, Drama Khitanan dan Burok, Drama Nyi Blorong, dan Drama Ken Arok Ken Dedes.
Kepala SMA Negeri 1 Karangwareng, Mohamad Usman, M.Pd,Si menjelaskan, kegiatan kokurikuler merupakan kegiatan di sekolah yang dilakukan oleh peserta didik untuk menguatkan, memperdalam, atau sebagai pengayaan mata pelajaran yang sudah dipelajari dalam kegiatan intrakurikuler. Kegiatan ini dilaksanakan untuk mengoptimalkan penguatan pendidikan karakter pada peserta didik.
“Kegiatan kokurikuler dilaksanakan sendiri ataupun kelompok. Nantinya, pengajar harus menyiapkan beberapa poin penting, seperti memberikan tugas atau materi yang sesuai dengan pembahasan yang sedang diajarkan. Pengajar juga wajib paham tingkat kesulitan materi kokurikuler agar tugas bisa sesuai dengan kemampuan peserta didik,“ terangnya
Menurutnya, di akhir, pengajar akan memberikan penilaian yang adil dan sesuai dengan hasil kerja dan kemampuan peserta didik masing-masing. Kegiatan kokurikuler ini bisa diwajibkan untuk peserta didik untuk mengembangkan identitas dan kearifan lokal. Kegiatan kokurikuler ini umumnya masih terkait dengan mata pelajaran muatan lokal yang sudah ditetapkan.
“Ada beberapa tujuan dan fungsi kokurikuler yang nantinya bisa dijadikan acuan atau pedoman tentang pentingnya kokurikuler,“ imbuh Usman.
Adapun manfaat dari kokurikuler, Usman membeberkan, diantaranya dapat menumbuhkan dan mengembangkan karakter baik pada siswa, melatih serta mengembangkan keterampilan di bidang sosial untuk para siswa yang menjalankan kegiatan kokurikuler, menumbuhkan jiwa kepemimpinan pada siswa, mendorong dan menstimulasi tumbuhnya penghargaan pada keberagaman.
“Selain itu dapat meningkatkan juga semangat diri pada isu global yang sedang banyak dibicarakan publik, serta menambah kemampuan di bidang literasi dan numerik,“ ujarnya.
Di momentum hari jadi SMANSAKA, Usman mengapresiasi atas perjalanan panjang SMA Negeri 1 Karangwareng yang telah berkontribusi besar dalam mencetak generasi unggul di Kabupaten Cirebon. Di usia yang bukan perjalanan singkat ini, SMA Negeri 1 Karangwareng secara konsisten terus mencetak generasi yang berprestasi, berkarakter, dan mampu bersaing di berbagai bidang.
“Atas nama pribadi saya mengucapkan selamat Hari Ulang Tahun ke 28 untuk SMA Negeri 1 Karangwareng yang tercinta ini, Kamis (12/2/2026).
Ia pun berkomitmen dan menegaskan bahwa sekolah harus menjadi ruang yang aman, sehat, dan nyaman bagi peserta didik, baik secara fisik maupun psikologis.
Menurutnya, peserta didik harus merasa terlindungi dan memiliki ruang berkembang tanpa tekanan, sejalan dengan tantangan perkembangan ruang sosial generasi muda yang kini juga merambah dunia digital.
“Kemajuan teknologi membuka peluang pembelajaran dan inovasi, namun juga membawa risiko seperti penyalahgunaan media sosial, perundungan siber, hingga ancaman keamanan data pribadi. Karena itu, literasi digital dan etika bermedia harus menjadi budaya di lingkungan sekolah,” tegas Usman. @Ries















