Pelita News Kabupaten Cirebon
Pemerintah desa babakan losari kecamatan pabedilan menggelar kegiatan pembagian cadangan beras pemerintah dengan kuota 555 orang (10/12)
Dijelaskan oleh rohman kuwu desa babakan losari kecamatan pabedilan bahwa pihak pemdes mengeluhkan adanya penurunan jumlah kuota penerima beras dari Pemerintah.
Selama pemerintahan desa babakan losari kecamatan pabedilan di pimpin oleh saya, penurunan jumlah kuota penerima bantuan beras dari 820 orang, sekarang di bulan desember 2024 pihak pemdes babakan losari kecamatan pabedilan hanya mendapatkan jumlah 555 orang penerima bantuan beras dari Pemerintah.
Dampak di masyarakat babakan losari kecamatan pabedilan adanya penurunan jumlah penerima bantuan beras dari 820 orang menjadi 555 orang membuat gaduh bagi masyarakat babakan losari tersebut.
Keluhan masyarakat babakan losari kecamatan pabedilan di utarakan ke pihak pemdes babakan losari, banyak masyarakat babakan losari kecamatan pabedilan yang biasa menerima bantuan beras, sekarang pada pembagian beras pada bulan desember 2024 tidak mendapatkan bantuan beras.
Lanjut rohman, kuwu babakan losari kecamatan pabedilan bahwa pihak pemdes memohon penurunan angka penerima bantuan beras bagi masyarakat seharusnya adanya musyawarah ke pihak pemerintah desa, agar ada sosialisasi dahulu kepada masyarakat l.
“telinga saya sebagai kuwu terasa panas ” jika masyarakat babakan losari kecamatan pabedilan menanyakan mengapa dirinya tidak menerima bantuan beras, padahal biasanya mereka menerima bantuan beras melalui pemerintahan desa babakan losari kecamatan pabedilan.
Situasi di tengah tengah masyarakat saat pembagian bantuan beras sangat gaduh karena masyarakat yang biasa menerima bantuan beras sekarang mereka tidak mendapatkan bantuan beras.
Pemdes babakan losari kecamatan pabedilan berharap adanya solusi agar jumlah kuota bantuan beras yang jumlahnya menurun bisa di musyawarahkan dengan pihak pemerintah desa agar situasi di masyarakat bisa kondusif.
Hampir semua desa yang menerima bantuan beras dari pemerintah jumlah kuotanya semakin menurun, hal ini bisa berdampak situasi kondusifitas masyarakat jadi gaduh saat adanya pembagian bantuan beras dari oemet pungkasnya(dedi)















