Pelita News Kabupaten Cirebon
Ribuan masyarakat secara bergantian membacakan ayat ayat suci alquran sambil kataman alquran di makam habib thoha bin yahya di desa jatiseeng kidul kecamatan ciledug.
Di jelaskan oleh ustad sukron bahwa acara haul habib thoha bin yahya di tahun 2024 selalu di padati dan ramai oleh para santri santri NU dalam membacakan alquran dan surat yasin serta kataman alquran di makam habib thoha bin yahya dalam acara haul habib thoha bin yahya ke 182.
Sejak tanggal 11 sampai 18 september 2024, masyarakat secara estafet dari pagi sampai malam hari berdoa dan membacakan alquran sambil kataman alquran mendoakan habib thoha bin yahya beserta pejuang negara kesatuan republik indomesia dalam memerdekan bangsa dan negara kesatuan republik indonesia.
Situasi dalam makam habib thoha bin yahya nampak khusyu dan hikmah ketika ribuan masyarakat membacakan ayat ayat suci alquran sampai katam.
Situasi religi dan damai terasa sekali di lingkungan makam habib thoha bin yahya di desa jatiseeng kidul kecamatan ciledug.
Lanjut ustad sukron bahwa sebagai generasi NU harus berterima kasih kepada pejuang dalam memerdekan bangsa dan negara kesatuan republik indonesia yang kita cintai.
Kita bisa bebas melakukan aktivitas berkat adanya perjuangan para pejuang dalam memerdekan bangsa dan negara kesatuan republik indonesia sampai saat ini.
Di tahun 2024 dalam acara haul habib thoha bin yahya kita harus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa negara kesatuan dalam bingkai kbinekaan tunggal ika dalam memajukan bangsa dan negara kesatuan republik indonesia yang kita cintai.
Sebagai bangsa yang besar jangan sekali kita melupakan sejarah, sebagai generasi muda dan kaum sarungan kita wajib melestarikan dan mendoakan para pejuang yang telah memperjuangkan negara kesatuan republik indonesia sampai merdeka.
Semoga acara haul habib thoha bin yahya ke 182 menjadi momemtum silaturahmi dan memperat tali persaudaraan ukuwah islam sehingga persatuan dan kesatuan bangsa negara dalam bingkai kbinekaan tunggal ika bisa memajukan bangsa negara kesatuan republik indonesia pungkasnya.(Dedi)















