Pelita News I Indramayu – Komitmen PT Pertamina Patra Niaga Kilang Balongan dalam menjalankan bisnis dengan tetap memegang teguh prinsip berwawasan lingkungan dan peduli terhadap masyarakat yang dijalankan secara berkelanjutan melalui program-program Community Development & Involvement (CID) yang dijalankan kembali mengantarkan Kilang Balongan meraih penghargaan bergengsi.
Penghargaan yang diraih kali ini adalah Indonesia Social Responsibility Awards 2026, Peringkat Silver atas Program WIRALODRA (Wilayah Masyarakat Pengelola Daur Ulang Sampah) Kategori Economic Empowerent di Swiss-Belhotel Solo Hotel, kemarin. Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Officer I CSR & SMEPP, Andromedo Cahyo Purnomo.
*Mengenal Program CID WIRALODRA*
WIRALODRA sendiri merupakan inisiatif Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan yang dirancang untuk mengatasi persoalan sampah sekaligus memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat di wilayah Ring 1 operasional perusahaan. Tujuan utama program ini adalah mengurangi penumpukan sampah, meningkatkan kapasitas warga, menciptakan nilai ekonomi melalui penerapan ekonomi sirkular, dan menghilangkan kebiasaan pembakaran sampah di Wilayah Balongan yang berisiko terhadap beberapa fasilitas mudah terbakar milik Pertamina grup yang tentunya juga akan berdampak kepada masyarakat.
Adapun program ini telah dijalankan di Desa Balongan, kecamatan Balongan yang merupakan wilayah Ring 1 Kilang Balongan sejak tahun 2021 sampai sekarang. Dengan kapasitas pengolahan sampah organik mencapai 80 kg per hari dan sampah anorganik hingga 100 kg per bulan, program telah mengalihkan sekitar 30,4 ton sampah per tahun dari praktik pembuangan dan pembakaran menuju proses pemanfaatan produktif.
Program ini pun menjadi learning centre mengenai pengelolaan sampah oleh berbagai pihak seperti Kementerian Kelautan, Dinas Lingkungan Hidup Indramayu, Universitas/kampus di Indramayu, SLBN Mutiara Hati, dan SMKN 1 Balongan, serta stakeholder lainya.
Sejak tahun 2021, program ini berhasil mengolah sampah plastik sebanyak 100-200 kg/bulan menjadi plakat, gantungan kunci, furnitur, kotak tisu, jam, dan tempat sampah, dan barang bernilai guna lainnya. Selain itu, pengolahan sampah organik melalui budidaya maggot telah mampu mengolah sekitar 80-100 kg/minggu dan dimanfaatkan sebagai pakan tambahan atau vitamin bagi 120 ekor ayam petelur yang menghasilkan 7 kg telur/hari atau Rp. 210.000/hari jika dirupiahkan. Aktivitas ekonomi sirkular tersebut terus berkembang hingga pada tahun 2025 mampu menghasilkan nilai ekonomi sebesar Rp274.149.746 dari berbagai produk dan unit usaha kelompok.
Dampak program tidak hanya berupa terciptanya sumber pendapatan baru bagi anggota, tetapi juga meningkatnya keterampilan teknis, kapasitas kewirausahaan, diversifikasi usaha, serta terbentuknya Kelompok WIRALODRA sebagai penggerak ekonomi sirkular berbasis masyarakat yang mampu mengubah persoalan sampah menjadi peluang ekonomi dan manfaat lingkungan.
Executive General Manager RU Balongan, Yulianto Triwibowo, menyampaikan rasa syukurnya atas penghargaan yang didapatkan.
“Raihan penghargaan ini merupakan wujud pengakuan dan apresiasi untuk hasil kerja keras bersama dan peran serta Kilang Balongan yang berkolaborasi dengan berbagai pihak, penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus hadir di tengah masyarakat dan memberikan manfaat yang nyata,” ungkap Yulianto dalam keterangannya, Kamis (13/8/2026).
Seluruh penghargaan yang berhasil diraih ini menambah rekam jejak positif keberlanjutan Kilang Pertamina Balongan dan mengukuhkan posisinya sebagai Perusahaan Pengolah Minyak dan Gas yang berwawasan lingkungan di Indonesia. @safaro
















