Pelita News | Kabupaten Cirebon – Penjabat Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya, memimpin Rapat Pimpinan (rapim) di Ruang Paseban Sekretariat Daerah pada Senin, 7 Oktober 2024. Dalam pertemuan ini, Wahyu bersama kepala perangkat daerah membahas berbagai isu penting yang memengaruhi Kabupaten Cirebon, mulai dari realisasi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) hingga penanganan masalah stunting.
Wahyu membuka rapim dengan membagikan hasil rapat tingkat Provinsi Jawa Barat sebelum mempersilakan kepala perangkat daerah untuk memaparkan situasi terkini. Pembahasan mencakup Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Inspektorat, realisasi APBD, antisipasi bencana, penanganan kemiskinan, hingga upaya penurunan angka stunting.
“Secara umum, penyerapan APBD sudah cukup baik, tetapi perlu percepatan baik di sisi pendapatan maupun belanja,” ujar Wahyu. Ia menyoroti bahwa beberapa proyek pembangunan masih terhambat, sehingga menghambat realisasi anggaran.
Wahyu juga meminta dibuatkan laporan prognosis untuk bulan-bulan mendatang, agar terlihat alokasi anggaran yang dapat dioptimalkan. “Dengan begitu, kita bisa memastikan anggaran yang tersedia benar-benar terserap dengan baik,” tambahnya.
Ia memberi apresiasi kepada dinas-dinas yang telah berusaha keras dalam merealisasikan APBD. Menurutnya, ketidakoptimalan dalam penyerapan anggaran tidak selalu menunjukkan kinerja buruk, melainkan seringkali disebabkan oleh dominasi anggaran yang dialokasikan untuk proyek-proyek pembangunan.
“Penting untuk memahami bahwa rendahnya penyerapan tidak selalu berarti kinerja yang rendah; ini terkait dengan besarnya alokasi untuk pembangunan,” jelas Wahyu.
Selain membahas APBD, rapim ini juga menyoroti isu kemiskinan dan stunting. Pemkab Cirebon telah melakukan berbagai upaya untuk menurunkan angka kemiskinan dan stunting, dengan hasil yang mulai menunjukkan kemajuan. Sekretaris Daerah Kabupaten Cirebon, Dr. H. Hilmy Riva’i, menyatakan, “Tingkat pengangguran dan kemiskinan tidak ada yang masuk kategori merah, tetapi kita juga belum mencapai target hijau.”
Hilmy menambahkan, meskipun beberapa program berada di kategori oranye dan abu-abu, semua elemen perlu berkolaborasi lebih keras untuk menggenjot capaian program penanganan kemiskinan dan meningkatkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Dengan tekad bersama, Pemkab Cirebon berharap dapat mencapai target-target tersebut dan memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat.@Nurzaman















