Pelita News I Indramayu – Anggota DPR/MPR RI Fraksi Partai Demokrat (PD), Dr. Ir. H. E. Herman Khaeron, M.Si., terus melakukan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika ke berbagai lapisan masyarakat.
Kali ini, sosialisasi dilakukan bersama Pengurus Cabang Keluarga Besar Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri (KB FKPPI) 10.17 Kabupaten Indramayu, di Aula Hotel Prima, Rabu (14/10/2026).
Hadir pada kesempatan tersebut, Ketua Fraksi PD DPRD Provinsi Jawa Barat, dr. Hj, Ratnawati, M. KKK, Ketua DPC PD/Ketua Fraksi PD DPRD Indramyu, H. Noco Antonio, Wakil Ketua Fraksi PD DPRD Indramayu, Diyanto dan jajaran pengurus DPC PD Indramayu.
Melalui kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan ini, Herman Khaeron mengajak seluruh anggota KB FKPPI Kabupaten Indramayu untuk terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila, menjaga persatuan dalam bingkai NKRI, menghormati keberagaman sesuai semangat Bhinneka Tunggal Ika, serta menjadikan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai landasan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Ia menegaskan, penguatan wawasan kebangsaan harus berjalan seiring dengan pengembangan kapasitas anggota, kemandirian ekonomi, dan peningkatan kepedulian sosial.
“Dengan semangat persaudaraan dan pengabdian yang diwariskan para pendahulu, FKPPI diharapkan mampu terus berkembang menjadi organisasi yang solid, mandiri, serta berperan aktif dalam menjaga persatuan dan mendukung pembangunan bangsa,” tegas Hero, sapaan akrbanya.
Hero juga menegaskan pentingnya memperkuat peran organisasi KB FKPPI sebagai wadah silaturahmi, pengabdian, pemberdayaan ekonomi, sekaligus penguatan semangat kebangsaan.
Suami Hj, Ratnawati ini menyampaikan bahwa FKPPI memiliki kedekatan emosional dan historis dengan dirinya. Sebagai bagian dari keluarga besar FKPPI, ia merasa memiliki tanggung jawab moral untuk terus menjaga hubungan, memperkuat persaudaraan, dan berkontribusi terhadap kemajuan organisasi.
“FKPPI adalah entitas organisasi saya, karena saya juga merupakan bagian dari anggota FKPPI. Saya pernah menjadi pengurus di tingkat pusat. Sebagai anak tentara, saya ingin terus menjalin silaturahmi dengan kawan-kawan lainnya,” ungkap Herman Khaeron.
Ia menuturkan, FKPPI bukan sekadar organisasi kemasyarakatan, melainkan juga warisan nilai dan semangat perjuangan dari para orang tua yang telah mengabdikan diri kepada bangsa dan negara. Karena itu, keberadaan FKPPI perlu terus dirawat agar nilai kebersamaan, loyalitas, kedisiplinan, dan semangat pengabdian tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
“Saya menganggap FKPPI sebagai organisasi warisan orang tua saya yang harus tetap saya bina. Saya ingin tetap berada dalam lingkarannya dan membangun esprit de corps atau semangat korsa bersama. Spirit itu terbangun dari orang tua kita, dari nilai-nilai yang mereka wariskan,” ujarnya.
Menurut Herman, semangat kebersamaan tersebut harus diterjemahkan menjadi langkah nyata yang memberikan manfaat bagi anggota dan masyarakat. FKPPI ke depan tidak cukup hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga harus mampu meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, memperkuat kemampuan ekonomi anggota, serta mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Ia menilai pemberdayaan ekonomi menjadi sala satu agenda penting agar anggota FKPPI semakin mandiri, produktif, dan memiliki daya saing.
“Dengan kapasitas yang terus meningkat, organisasi diharapkan mampu memberikan kontribusi lebih luas, baik dalam bidang sosial, ekonomi, maupun pembangunan daerah,” tandasnya. @safaro













