
Kabupaten Cirebon Pelita News— Masjid Nurul Mubbin di Dusun Lempong, Desa Jatianom, Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dirangkaikan dengan kegiatan Khotmil Qur’an dan Juz Amma.
Kegiatan yang berlangsung pada Jumat malam hingga Sabtu tersebut dihadiri santriwan dan santriwati, orang tua atau wali santri, tokoh agama, serta masyarakat setempat.
Peringatan Maulid Nabi tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang dan meneladani Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi kesempatan bagi para santri untuk menunjukkan hasil pembelajaran Al-Qur’an, khususnya kemampuan membaca dan menghafal Juz Amma.
Para santri yang mengikuti Khotmil Qur’an dan Juz Amma merupakan anak-anak binaan yang belajar di bawah bimbingan Ustadz Muda Ahmad Sadiri. Dalam kegiatan tersebut, para santri tampil di hadapan jamaah untuk membacakan dan melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an.
Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh agama dan ulama dari berbagai wilayah di Desa Jatianom. Kehadiran mereka antara lain berasal dari Dusun Lempong, Dusun Wanakajir, Dusun Kalen Tanjung, serta sejumlah blok lainnya di Desa Jatianom.
Suasana peringatan Maulid Nabi berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan. Kehadiran para orang tua, santri, tokoh agama, dan masyarakat juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antarwarga.
Dalam kegiatan tersebut, Kiai Haji Muhammad Ali bin Yahya atau yang akrab disapa Kang Ayip hadir sebagai penceramah. Dalam tausiah yang disampaikannya, ia mengingatkan jamaah mengenai pentingnya keikhlasan dalam menjalankan ajaran agama serta memperbanyak amal kebaikan.
“Urusan agama itu harus ikhlas dan harus banyak bersedekah dengan ikhlas,” ujar Kiai Haji Muhammad Ali bin Yahya dalam ceramahnya.
Ia juga mengajak jamaah menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum untuk meningkatkan keimanan, memperbanyak amal kebaikan, serta meneladani akhlak dan ajaran Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, kegiatan Khotmil Qur’an dan Juz Amma menjadi bagian dari pembinaan keagamaan bagi generasi muda. Para santri diberikan ruang untuk mengembangkan kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an di lingkungan masyarakat.
Bagi para orang tua atau wali santri, kegiatan tersebut juga menjadi momen kebahagiaan sekaligus rasa syukur karena anak-anak mereka mendapatkan pendidikan keagamaan yang tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga pembentukan mental, akhlak, kedisiplinan, dan kecintaan terhadap agama.
Salah seorang perwakilan orang tua atau wali santri menyampaikan rasa syukur atas kesempatan yang diberikan kepada anak-anak mereka untuk tampil dan melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an di hadapan jamaah.
“Kami sebagai orang tua atau wali santriwan dan santriwati mengucapkan rasa syukur yang mendalam kepada Allah SWT atas segala nikmat dan karunia-Nya. Kami merasa bangga dan terharu melihat anak-anak kami mampu tampil di hadapan jamaah untuk melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an dengan baik dan percaya diri,” ujarnya.
Menurutnya, perkembangan kemampuan para santri tidak terlepas dari proses pembelajaran dan bimbingan yang dilakukan secara berkelanjutan.
“Secara khusus, kami mengucapkan terima kasih kepada Ustadz Muda Sadiri yang dengan penuh kesabaran, ketekunan, dan keikhlasan membimbing anak-anak kami dalam mempelajari serta menghafalkan Al-Qur’an, khususnya Juz Amma,” katanya.
Ia berharap pendidikan Al-Qur’an tersebut dapat terus dilanjutkan sehingga anak-anak tumbuh menjadi generasi yang berakhlakul karimah, mencintai Al-Qur’an, serta mampu mengamalkan nilai-nilai ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami berharap segala ilmu, waktu, tenaga, dan kesabaran yang telah diberikan oleh Ustadz Muda Sadiri menjadi amal jariyah dan mendapatkan balasan terbaik dari Allah SWT. Semoga beliau senantiasa diberikan kesehatan, keberkahan, kesabaran, dan kekuatan dalam membimbing generasi penerus umat,” tuturnya.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dirangkaikan dengan Khotmil Qur’an dan Juz Amma tersebut berlangsung tertib, khidmat, dan penuh kebersamaan hingga selesai. Selain menjadi kegiatan keagamaan, acara tersebut menjadi sarana mempererat silaturahmi antara santri, orang tua, tokoh agama, dan masyarakat di Dusun Lempong serta sejumlah wilayah di Desa Jatianom.
















