Kabupaten Cirebon Pelita News
Pada haminggu malam senin 23 Februari 2025, Suasana haru menyelimuti kediaman almarhum Muhamad Fakrul Islam, yang akrab disapa Tani, dalam peringatan tujuh hari wafatnya. Acara tahlilan digelar di Blok 3 Kaliwetan, Desa Gintung Lor, Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat, dan juga dihadiri oleh ratusan warga serta tokoh agama dan masyarakat setempat.
Sejumlah ulama yang turut hadir dalam acara tersebut, di antaranya Kiyai Mukhit Ali Saban, Kiyai Zaenudin, Kiyai Jayadi, Ustadz Sobana, Ustadz Bandi, dan Ustadz Haji Jon Amar. Selain itu, Anggota DPRD Kabupaten Cirebon, Abdur Qodir, juga turut serta dalam acara prosesi doa bersama untuk almarhum, Muhamad Fakrul Islam.
Tahlilan diawali dengan pembacaan tahlil dan doa bersama yang dipimpin oleh Kiyai Mukhit Ali Saban. Dalam kesempatan tersebut, para ulama menyampaikan pesan mengenai keteladanan dan jasa-jasa almarhum dalam bidang dakwah serta pendidikan Islam.
“Beliau adalah sosok yang sangat berjasa dalam membimbing umat. Kepergian beliau meninggalkan duka mendalam, tetapi juga warisan ilmu dan keteladanan yang harus kita lanjutkan,” ujar Kiyai Mukhit Ali Saban.
Selain doa bersama, acara juga diisi dengan tausiyah keagamaan yang menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai yang telah diwariskan oleh almarhum. Semangat keislaman, kebangsaan, dan kepedulian sosial yang selalu ia junjung tinggi diharapkan dapat terus dilestarikan oleh masyarakat.
Banyak warga yang hadir mengenang almarhum sebagai sosok ulama yang rendah hati, dekat dengan umat, dan penuh dedikasi dalam menyebarkan ajaran Islam. Meski merasa kehilangan, mereka juga bersyukur atas ilmu dan keteladanan yang telah diberikan selama hidupnya.
Peringatan tujuh hari wafatnya Muhamad Fakrul Islam menjadi bukti penghormatan mendalam atas dedikasinya dalam membimbing umat. Semoga amal ibadah beliau diterima di sisi Allah SWT dan ilmunya tetap bermanfaat bagi generasi mendatang. (Sukadi)















