Pelita News | Cirebon Timur – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Dahlia Desa Pasawahan, Kecamatan Susukanlebak mengambil langkah strategis dengan mengembangkan lini usahanya di bidang peternakan ayam kampung dan pertanian terpadu. Proyek dengan nilai anggaran 157 juta ini diharapkan dapat menjadi peluang usaha dalam mensukseskan program ketahanan pangan nasional.
Ketua BUMDes Dahlia Desa Pasawahan, Supri mengungkapkan, pengembangan usaha BUMDes pada bidang peternakan ayam kampung ini merupakan bagian dari langkah besar untuk mendiversifikasi ekonomi lokal sekaligus upaya memberdayakan masyarakat setempat. BUMDes memahami potensi besar di sektor peternakan ayam kampung sebagai sumber pendapatan tambahan.
“Tahap pertama ini kita kelola anggaran senilai 94 juta dari total Rp 157 juta atau 20 persen dari Dana Desa. Progres ini perlu keseriusan sehingga pengelolaan usaha mampu berjalan konsisten,“ ujarnya.
Selain pengembangan peternakan ayam kampung, ia juga mengolah pemanfaatan lahan pertanian yang terbengkalai seluas 1 hektar untuk penanaman jagung. Hal ini dilakukannya dalam rangka mewujudkan program ketahanan pangan menuju desa mandiri pangan.
“Hasil penanaman jagung ini juga nantinya untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak ayam, sehingga dapat mengurangi beban belanja pakan yang cukup besar,“ terang Supri, Selasa (15/7/2025).
Supri kembali mengatakan, langkah program ketahanan ini menurutnya sebagai bentuk merealisasikan program kuwu dalam mewujudkan desa mandiri pangan. Selanjutnya, BUMDes akan memenuhi kebutuhan vitamin mineral yang akan di cukupi dari sayuran dengan melakukan penanaman kangkung di atas lahan seluas 1200 m serta membangun sistem irigasi untuk penyediaan penampungan air.
“Pengembangan ternak ayam kampung ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan BUMDes, selain itu dapat menciptakan lapangan kerja baru bagi warga desa,“ imbuhnya. @Ries















