Pelita News I Indramayu – Untuk mengurangi angka pengangguran, Pemkab Indramayu melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) membuka Indramayu Job Fair 2024 di Alun-Alun Puspawangi, (18/9/2024). Melalui bursa kerja itu puluhan perusahan membuka formasi lowongan pekerjaan dan banyak diserbu pencari kerja (pencaker).
Saat Job Fair itu dibuka forum dialog diantaranya diisi oleh perwakilan Kemnaker yang memamparkan portal Siap Kerja aplikasi Karirhub dan perwakilan dari Universitas Swadaya Gunung Jati memaparkan Penrimaan Mahasiswa Baru (PMB) jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
“Melalui program kegiatan pameran bursa kerja tahun 2024 ini diharapkan dapat mempertemukan antara pencari kerja dan pengguna tenaga kerja (perusahaan) dapat lebih banyak lagi sehingga dapat mengurangi angka pengangguran di Indramaayu,” kata Plt Kepala Disnaker Kabupaten Indramayu, Nonon Citra Wulandari dalam kata sambutannya.
Citra tidak memungkiri permasalahan ketenagakerjaan menjadi tantangan bagi Pemkab Indramayu. Sementara permasalahan ketenagakerjaan adalah masih belum seimbangnya antara pencari kerja dengan kesempatan kerja yang ada.
Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) Tahun 2023, jumlah penduduk Kabupaten Indramayu sebanyak 1.871.832 jiwa dengan tingkat partisipasi angkatan kerja sebesar 69,08 persen dan tingkat pengangguran terbuka sebesar 6,49 persen.
Ia juga merinci data realisasi pencari kerja, lowongan pekerjaan, penempatan tenaga kerja hingga Agustus 2024, pencari kerja 13.681 orang, lowongan pekerjaan 1.996 lowongan, penempatan tenaga kerja 1.833 orang.
“Minimnya kesempatan kerja dan peluang yang ada di dalam negeri diperlukan solusi dan sarana untuk menyalurkan dan mengurangi tingkat pengangguran. Masih tingginya angka pengangguran di Kabupaten Indramayu dipengaruhi oleh jumlah perusahaan yang ada masih sangat sedikit dan sulitnya pencari kerja dalam mengakses informasi lowongan pekerjaan yang ada. Disisi lain perusahaan menemui kendala dalam memenuhi kebutuhan tenaga kerja sesuai dengan persyaratan yang dibutuhkan,” ucapnya.
Namun demikian kata dia, permasalahan-permasalahan tersebut tentunya membutuhkan solusi tepat dan segera agar angka pengangguran dapat ditekan semaksimal mungkin. Dan melalui program kegiatan pameran bursa kerja diharapkan dapat mempertemukan antara pencaker dan pengguna tenaga kerja sehingga dapat mengurangi angka pengangguran di Indramaayu.
Menurutnya, untuk menekan angka penganguran itu, Bupati Indramayu Hj. Nina Agustina terus berupaya dengan mengundang para investor baik dari dalam negeri maupun luar negeri dan upaya itu berbuah hasil sehingga memiliki harapan baru dengan kebangkitan ekonomi Indramayu dengan terwujudnya Kawasan Industri Losarang di Wilayah Kecamatan Losarang yang direncanakan akan menggunakan lahan seluar 1.000 hektare yang diperuntukan bagi 35 industri penanaman modal asing (PMA).
“Ibu bupati mengatakan bahwa pembagunan Kawasan Industri Losarang merupakan harapan baru bagi masyarakat untik dapat mendorong perekonomian dan juga terbukanya lowongan kerja lebih dari 100 ribu kebutuhan tenaga kerja,” bebernya.
Sementara itu Perwakilan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Anisa Salsabila, mengatakan Kemnaker mempunyai aplikasi job portal dibawah Siap Kerja namanya Karirhub. Aplikasi tersebut kata dia menghubungkan pencaker dengan perusahaan, jadi melalui aplikasi itu perusahaan bisa membuka lowongan pekerjaan dan pencaker bisa mendaftar.
“Dari aplikasi itu kami merekap data pertahun, dan pada 2023, pencari kerja di Indramayu terbanyak pertama dari Kecamatan Juntinyuat dengan 1.467 pencaker, Kandanghaur, 1.229, dan ketiga Kecamatan Anjatan sebanyak 1.196 pencaker,” bebernya. (@safaro















