Pelita News I Indramayu – Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) telah menerima pengaduan mengenai masalah Robiin, mantan anggota DPRD Indramayu yang diduga terjebak di perusahaan online scam di Myawaddy, Myanmar.
Koordinasi segera dilakukan dengan KBRI Yangon. Berdasarkan pendalaman, Robiin berada di wilayah Hpa Lu, Myawaddy. Wilayah ini merupakan daerah terpencil dan lokasi konflik bersenjata antara kelompok etnis bersenjata dengan militer Myanmar.
Berbagai upaya telah dilakukan Kemenlu dan KBRI Yangon antara lain penyampaian beberapa nota diplomatik kepada Kemlu Myanmar, koordinasi dengan otoritas terkait di Myanmar, berkomunikasi dengan jejaring lokal di Myawaddy hingga menjalin kerja sama bilateral dan regional. Tercatat setidaknya terdapat 59 negara yang memiliki kasus serupa di Myawaddy.
Saat ini tercatat terdapat 81 kasus WNI di Myawaddy, termasuk kasus Robiin, yang masih terus ditangani. Meskipun selama tahun 2024, 53 WNI telah berhasil dikeluarkam dari Myawaddy, namun penambahan kasus baru masih terus terjadi.
Kemenlu kembali mengimbau agar masyarakat berhati hati dengan tawaran kerja luar negeri melalui sosmed dan selalu ikuti prosedur resmi penempatan kerja luar negeri.
Sebelumnya, dugaan kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), dialami Robiin mantan anggota DPRD Indramayu masa jabatan 2014-2019 di daerah Myanmar yang berbatasan dengan Thailand. Robiin dan 37 orang lainnya meminta bantuan Presiden Jokowi dan Presiden terpilih, Prabowo Subianto untuk memulangkannya.
Istri korban, Yuli tidak tinggal diam. Ia telah melaporkan kasus ini ke berbagai pihak, mulai dari Presiden Jokowi, Presiden terpilih, Prabowo Subianto, Polda Jabar, Kapolri, hingga Komnas HAM, Kemenlu, BPM2TKI, dan DPR RI termasuk DPRD Indramayu.
Perjuangan itu juga mendapat dukungan dari beberapa aktivis hak asasi manusia juga para awak media yang turut mendesak pemerintah untuk bertindak lebih cepat. Mohammad Sholihin, sala satu aktivis kemanusiaan dalam upaya penyelamatan itu terus aktif memperjuangkan nasib para pekerja migran.
Sholihin menceritakan, Robiin sempat mengirim pesan WhatsApp saat peringatan Hari Jadi ke- 479 Indramayu. Dalam pesan tersebut, Robiin meminta bantuan untuk menyuarakan penderitaan mereka di Myanmar. Dia menceritakan nasibnya yang sangat mengenaskan.
“Mendapati pesan itu saya langsung menyuarakannya di hadapan anggota DPRD Indramayu,” kata Solihin belum lama ini.
Menurutnya, ia juga telah berkomunikasi dengan beberapa anggota DPR-RI untuk segera menghubungi Kementerian Luar Negeri guna melakukan negosiasi dengan pihak Myanmar. “Saat itu saya dapat pesan dari teman di DPR-RI, bahwa Kementerian Luar Negeri Myanmar telah dihubungi, dan negosiasi untuk memulangkan Robin serta 37 pekerja migran lainnya sedang diupayakan,” beber Solihin. @safaro















