
Kabupaten Cirebon, PN
Suasana semarak menyelimuti pelaksanaan imtihan atau ujian akhir tahun yang dirangkai dengan Haflah Akhirussanah di Madrasah Tarbiyatul Islamiyah, Dusun Lempong, Desa Jatianom, Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon, Rabu, 24 Juni 2025.

Karnaval Budaya Warnai Pelepasan Santri di dusun lemping,” juga ada Pesan Moral hingga Kritik Sosial Mengiringi Arak-arakan Sepanjang Tiga Kilometer,” Suasana semarak menyelimuti Dusun Lempong, Desa Jatianom, Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon, Rabu siang lalu. Ratusan warga tampak tumpah ruah di sepanjang jalan desa, seperti blok wanakajir, dan blok kalentanjung, menyambut arak-arakan karnaval budaya yang digelar sebagai bagian dari pelepasan santri kelas VI Madrasah Tarbiyatul Islamiyah.
Dengan menempuh rute sepanjang tiga kilometer, karnaval itu menyuguhkan beragam atraksi seni dan budaya tradisional. Derap musik patrol dan dentuman dramben membuka jalannya pawai, disusul peragaan busana adat dari berbagai daerah oleh para siswa. Tak sekadar hiburan, karnaval ini juga sarat pesan moral dan kritik sosial.
Di antara barisan peserta, sejumlah santri tampak membawa poster bertuliskan ajakan menjaga akhlak dan keimanan. Salah satu penampilan yang menyedot perhatian adalah teatrikal “pocong berjalan”, simbol peringatan akan kematian dan pentingnya taubat. Tak kalah mencolok, sebuah patung tikus berukuran besar bertaburan uang kertas turut diarak sebuah simbol korupsi yang kian merajalela di negeri ini.
Di sisi lain, miniatur berbagai satwa liar juga hadir memeriahkan suasana. Kehadiran figur-figur hewan langka itu menjadi pengingat akan pentingnya pelestarian lingkungan dan satwa yang kian terancam punah.
Kepala Madrasah Tarbiyatul Islamiyah, dalam sambutannya, menyebut kegiatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi juga momentum edukasi nilai-nilai luhur kepada masyarakat.
“Kami ingin santri tidak hanya lulus secara akademik, tapi juga membawa misi perubahan moral bagi lingkungannya,” ujarnya.
Warga menyambut hangat kegiatan ini. Bagi mereka, karnaval menjadi ruang ekspresi budaya sekaligus cermin pendidikan yang berpihak pada nilai-nilai kebenaran dan kemanusiaan.
Tak hanya suguhan budaya, acara ini juga malam nya menghadirkan tausiah dari Kang Agus Ahmad Kholis, penceramah asal Desa Cikedung, Kecamatan Depok, Kabupaten Cirebon. Siraman rohani itu menjadi bagian penting dari rangkaian perayaan, menambah nuansa religius dalam suasana syukur dan haru.
Kepala Madrasah Tarbiyatul Islamiyah, Fathonah, S.Pd.I., mengatakan kegiatan ini merupakan tradisi tahunan yang sekaligus menjadi media syiar pendidikan dan kebudayaan di lingkungan Madrasah tarbiyatul islamiyah dusun lempong.
“Imtihan ini bukan sekadar penutup tahun ajaran, melainkan bentuk rasa syukur dan kebanggaan atas pencapaian anak-anak. Kami ingin menumbuhkan semangat cinta terhadap budaya lokal sekaligus mempererat hubungan antarwarga,” kata Fathonah saat ditemui di sela-sela acara.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh elemen sekolah, mulai dari guru, orang tua, hingga tokoh masyarakat. Warga pun tampak antusias menjaga ketertiban dan meramaikan jalannya karnaval, yang berlangsung aman dan meriah.
Momen itu juga menjadi kenangan tersendiri bagi para wali murid. Banyak dari mereka terlihat mendampingi anak-anak mereka dengan raut wajah bangga.
“Kami bahagia melihat anak-anak diwisuda, ikut lomba, dan tampil percaya diri. Enam tahun bukan waktu yang singkat. Kami bersyukur atas kesabaran para guru yang membimbing mereka dengan tulus, terutama kepada Kepala Madrasah, Ibu Fathonah, yang selalu tekun mendidik,” ujar salah satu wali murid.
Acara ditutup dengan pembacaan doa dan ramah tamah yang berlangsung di halaman madrasah. Bagi masyarakat Dusun Lempong, kegiatan ini bukan hanya milik lembaga pendidikan, tetapi juga menjadi bagian dari pesta budaya dan spiritual yang menyatukan komunitas.( Sukadi)
















