Pelita News Cirebon Timur — Tingginya curah hujan di wilayah timur Kabupaten Cirebon dan di hulu Kabupaten Kuningan pada Kamis sore (12/2/2026) terpantau terus meningkat. Debit air dari wilayah hulu tidak mampu tertampung, menyebabkan ratusan rumah warga di Desa Lemahabang, Kecamatan Lemahabang terendam hingga selutut orang dewasa akibat air yang meluap dari Sungai Singaraja.
Berdasarkan data yang diperoleh, sekitar 200 rumah yang berada di tiga dusun di Desa Lemahabang terendam banjir. Selain itu, sejumlah akses jalan di Desa Tuk Karangsuwung, Kecamatan Lemahabang turut terendam banjir. Seperti di titik lokasi Jalan terowongan rel kereta api dan Jalan Kijaka Desa Tuk Karangsuwung mengalami lumpuh total akibat tingginya genangan banjir.
Kuwu Desa Lemahabang, Sugianto mengatakan, diperkirakan sekitar 200 rumah warga di desanya menjadi korban terdampak banjir. Saat ini pihak Pemdes bersama unsur TNI – Polri masih terus bahu membahu terjun ditengah banjir untuk membantu dan mengamankan warga masyarakat.
“Malam ini kami bersama jajaran anggota Koramil Lemahabang dan Polsek Lemahabang masih terus memantau dan berjaga dilokasi banjir. Pemdes langsung bergerak cepat membantu dan menyalurkan bantuan Mie untuk para korban banjir,“ ujarnya.
Menurutnya, lokasi terdampak banjir berada di Dusun 01, Dusun 02 dan Dusun 03. Untuk lokasi terparah berada di Blok Lebak Dusun 01 yang merupakan kawasan pemukiman di dataran paling rendah yang bersebelahan langsung dengan aliran Sungai Singaraja.
“Kami himbau kepada warga untuk tetap waspada dan utamakan keselamatan. Semoga banjir malam ini segera surut,“ harap Toto sapaan akrab Sugianto.
Ditempat terpisah, Kuwu Desa Tuk Karangsuwung, Azis Maulana terpantau tengah berjaga dan bersiaga di lokasi jembatan aliran Sungai Singaraja. Menurutnya, debit air mulai surut dan hanya berdampak di sejumlah titik jalan penghubung antar desa saja.
“Alhamdulillah debit air di Sungai Singaraja mulai surut. Tidak ada rumah warga yang terdampak, tapi jalan di terowongan dan jalan Kijaka terendam cukup tinggi hingga menyebabkan kendaraan tidak bisa melintas,“ terangnya. @Ries














