Pelita News | Cirebon Timur – Secara aklamasi, H. Lili Mashuri terpilih menjadi Ketua Koperasi Petani Tebu Rakyat (KPTR) Sakarosa Srikandi Periode 2025 – 2029 usai di umumkannya hasil keputusan forum Rapat Akhir Tahunan (RAT) yang berlangsung dihalaman kantor KPTR Sakarosa Srikandi Desa Cipeujeuh Wetan, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, Rabu (30/4/2025). Dalam RAT tersebut, para anggota KPTR yang merupakan para petani tebu menghendaki adanya regenerasi kepengurusan agar lebih mampu memberikan pelayanan yang optimal kepada anggota.
H. Lili Mashuri yang juga merupakan Kuwu Desa Cipeujeuh Kulon, Kecamatan Lemahabang sempat terkejut atas keputusan dan juga kepercayaan yang diberikan oleh para anggota yang notabene petani tebu kepada dirinya. Ia tidak pernah bermimpi untuk menjadi ketua koperasi, apalagi banyak amanah yang sudah di embannya. Seperti jabatan kuwu, pengurus FKKC, Asosiasi Pengusaha Tambang dan lainnya.
“Tetapi, karena ini atas dasar dorongan dan kepercayaan yang diberikan oleh anggota KPTR Sakarosa Srikandi, ia pun akan mencoba berusaha sekuat tenaga dan pemikiran agar bisa memberikan pelayanan yang maksimal kepada anggota, khususnya para petani tebu,“ ujarnya.
H. Lili mengakui, KPTR Sakarosa Srikandi adalah koperasi yang sedang sakit. Menurutnya, sejak Pabrik Gula (PG) Sindanglaut tidak beroperasi atau tidak ada kegiatan giling tebu, maka berimbas pada usaha koperasi ini. Oleh karena itu, tahap pertama yang akan dilakukan dalam kepengurusannya adalah mengembalikan marwah koperasi itu sendiri.
“Koperasi ini harus segera diobati walau saya bukan dokter. Caranya, baik pengurus atau anggota harus kompak dulu. Selanjutnya setelah internal KPTR Sakarosa Srikandi sudah terkonsolidasi, kita akan menjalin komunikasi secara intens baik dengan pihak PG Sindanglaut, Pemerintah Kabupaten Cirebon, para wakil rakyat, perbankan dan mitra kerja lainnya,“ pungkasnya.
Kemudian H. Lili pun akan berusaha dengan terobosan lainnya seperti berkolaborasi dengan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, karena banyak program yang bisa digarap terutama perihal permodalan dan penyerapan hasil budidaya pertanian. Selain itu, menjalin komunikasi yang intens juga dengan para kuwu yang notabene banyak memiliki lahan yang bisa diolah untuk areal perkebunan tebu.
“Seperti di Kecamatan Lemahabang ini banyak lahan yang tidak produktif, maka harus kita maksimalkan agar bisa menghasilkan nilai ekonomi, khususnya para petani tebu. Bahkan agar terobosan ini bisa terwujud, pihaknya pun mengimbau para anggota petani tebu untuk tetap bersatu. Sebab, hanya petani tebu yang bekerja dan berusaha secara mandiri,“ ungkapnya.
Ia kemudian membandingkan perbedaan dengan petani padi, palawija dan komoditas lainnya yang bisa dibantu oleh Pemerintah Desa melalui program ketahanan pangan, 20 persen dari pengelolaan anggaran dana desa yang disisipkan untuk membantu petani.
“Maka, kalau bukan kita-kita ini, siapa lagi yang peduli terhadap petani tebu. Oleh karena itu, mari kita bahu-membahu untuk maju bersama,” imbuhnya.
Usai menyampaikan sambutan, H Lili pun mengumumkan Dtruktur Kepengurusan KPTR Sakarosa Srikandi. Untuk jabatan Sekretaris di emban Bagja, Wakil sekretaris Didi Junaedi, Bendahara Sahroni dan Wakil Ketua Moh Syafi’i. Sedangkan, untuk penasehat ditunjuk H. Nana Karnadi, H. Abdul Rouf dan H. Ali Majazi. @Ries
















