Pelita News Indramayu – Menguatkan soliditas kader menjadi bagian dari komitmen Partai Gerindra. Termasuk mengawal program kerakyatan Presiden Prabowo Subianto. Momentum ini dimanfaatkan pula sebagai ajang memperkuat barisan dalam mengawal kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang fokus pada kesejahteraan rakyat.
Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Indramayu, H Kasan Basari, menyampaikan bahwa peringatan di usia Partai Gerindra ke-18 dengan mengusung tema besar ‘Kompak, Bergerak, Berdampak’ ini bukan sekadar seremoni, melainkan instruksi bagi seluruh kader untuk terus bergerak nyata di tengah masyarakat.
“Sesuai arahan pusat, kita harus kompak. Jika ada perbedaan pendapat, itu adalah dinamika yang harus menjadi kekuatan, bukan perpecahan,” tegas Kasan dalam keterangannya, Rabu (11/2/2026).
Ia memaparkan ada beberapa program stategis dari Presiden Prabowo yang juga merupakan Ketua Umum Partai Gerindra yang menjadi sorotan dan terus dikawal oleh seluruh kader Partai Gerindra di setiap daerah termasuk di Kabupaten Indramayu. Di antaranya keberhasilan kebijakan yang telah dirasakan langsung oleh masyarakat.
Kebijakan itu sala satunya program kesejahteraan petani dengan keberhasilan menstandarisasi harga gabah kering panen (GKP) Rp6.500 per kilogram yang secara signifikan meningkatkan taraf hidup petani. Berikutnya yaitu dukungan UMKM melalui program penghapusan utang UMKM untuk periode 10 tahun ke belakang yang menjadi angin segar bagi pelaku usaha kecil.
Selanjutnya ada program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini memberikan dampak ganda atau multiplier effect. “Selain meningkatkan gizi siswa, satu dapur MBG mampu menyerap hingga 50 tenaga kerja lokal serta menyerap hasil tani dan produk UMKM di sekitarnya,” sebut Kasan.
Ia menilai, implementasi program MBG menjadi sala satu sorotan utama sebagai pilar transformasi kesejahteraan rakyat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Program ini terbukti tidak hanya fokus pada kesehatan anak, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan yang signifikan.
Menurutnya, dampak ganda program MBG dirancang untuk memberikan manfaat berantai di tingkat akar rumput, penyerapan tenaga kerja, setiap satu unit dapur MBG mampu menyerap sekitar 50 tenaga kerja lokal, memberikan peluang penghasilan baru bagi warga sekitar.
Dampak lainnya adalah pemberdayaan petani dan UMKM. Seluruh kebutuhan bahan baku mulai dari beras, sayur-mayur, hingga buah-buahan wajib diserap dari hasil tani dan UMKM lokal di wilayah tersebut.
Hal itu menurutnya memastikan perputaran uang tetap berada di daerah dan meningkatkan kesejahteraan petani.
“Kita optimis pertumbuhan ekonomi, program ini menjadi sala satu instrumen penting dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 6 persen pada tahun 2026 melalui penguatan daya beli masyarakat desa,” ungkapnya.
Sebagai kader partai dalam menyukseskan program Presiden Prabowo, Kasan berkomitmen untuk mengawal dan melakukan pengawasan terhadap program-program atau kebijakan untuk kesejahteraan rakyat di Kabupaten Indramayu. Ia juga menginstruksikan kader Partai Gerindra untuk turun langsung ke lapangan guna memastikan marwah program tetap terjaga.
“Seperti program MBG, kami tidak akan membiarkan adanya penyimpangan dalam distribusi maupun kualitas makanan. Kader harus mengawal agar program ini benar-benar berdampak pada peningkatan gizi siswa dan semangat belajar mereka,” tutupnya. @safaro















