
Pelita News | Cirebon Timur – Pemerintah Pusat, melalui Kementerian Pertanian dan Kepolisian RI, telah mencanangkan program ketahanan pangan nasional dengan menargetkan penanaman jagung seluas 1 juta hektare pada tahun 2025 untuk mencapai swasembada dan memperkuat ekonomi. Program ini melibatkan pemerintahan Polri, kelompok tani, dan masyarakat dengan fokus pada optimalisasi lahan, penyediaan bibit dan pupuk, serta penyerapan hasil panen untuk Bulog.
Program ketahanan pangan lainnya, seperti pengembangan ternak kambing juga bertujuan meningkatkan ketersediaan protein hewani, mengoptimalkan sumber daya lokal, meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendorong ekonomi sirkuler. Program ini dilaksanakan oleh pemerintah desa dengan dukungan dana desa, fokus pada pembentukan kelompok peternak, pemilihan jenis kambing yang sesuai, penyediaan pakan dan kandang yang baik, serta pemanfaatan limbah untuk pupuk organik.
Dalam rangka komitmennya mendukung program ketahanan pangan nasional tersebut, Pemerintah Desa Karangmangu, Kecamatan Susukanlebak, Kabupaten Cirebon melaksanakan pengembangan peternakan kambing dan budidaya jagung yang bersumber dari Dana Desa tahun anggaran 2025.
Kuwu Desa Karangmangu, H. Joni Wijaya mengatakan, salah satu program unggulan yang sedang dijalankan saat ini adalah pengelolaan peternakan kambing dengan jumlah populasi mencapai 75 ekor. Peternakan ini dikelola secara berkelanjutan dengan sistem rotasi pakan dan kesehatan hewan yang rutin, serta melibatkan masyarakat sekitar sebagai tenaga kerja.
“Program ini baru berjalan sekitar 1,5 bulan. Tentunya kami berharap program ini dapat menjadi sumber ketahanan pangan sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat di tingkat desa,“ jelasnya, Jum’at (12/9/2025).
Tak hanya fokus pada peternakan, Pemdes Karangmangu juga mulai mengoptimalkan lahan desa untuk penanaman jagung pipil. Adapun lahan yang di manfa’atkan saat ini seluas 5.000 meter persegi, terbagi dalam dua lokasi.
“Jagung pipil kami pilih karena memiliki nilai ekonomi yang baik dan tahan terhadap iklim lokal. Ini juga bisa menjadi pakan ternak, jadi sangat sinergis dengan pengembangan ternak kambing,“ terang H. Joni.
Dalam dukungannya terhadap pembangunan infrastruktur, H. Joni mengungkapkan, Pemdes Karangmangu sudah melaksanakan pembangunan jalan akses khusus menuju lahan pertanian dan peternakan, hal ini guna memperlancar distribusi hasil panen dan memudahkan mobilitas dan aktifitas warga.
“Semua ini kami lakukan agar masyarakat Karangmangu bisa lebih mandiri dalam pangan, sehingga sejalan dengan program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan,“ ungkapnya.
Langkah strategis dan inovatif yang dilakukan Pemdes Karangmangu ini diharapkan dapat menjadi model percontohan bagi desa-desa lain, khususnya dalam hal pengelolaan potensi lokal untuk ketahanan pangan. Pendekatan yang menggabungkan sektor peternakan dan pertanian ini dinilai mampu menciptakan ekosistem ekonomi desa yang tangguh dan berkelanjutan.
Pemdes Karangmangu membuktikan bahwa dengan perencanaan yang matang dan dukungan penuh dari masyarakat, desa bisa menjadi garda terdepan dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. @Ries















