Pelita News I Indramayu – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Indramayu melakukan sosialisasi pengukuran kompetensi dan produktivitas tenaga kerja di Aula Hotel Wiwi Perkasa 2 Indramayu, Selasa (7/5/2024).
Sosiasialisasi diikuti sekira 25 peserta dari berbagai unsur diantaranya Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), dan Lembaga Pelatihan Kerja Swasta (LPKS) kabupaten setempat.
Plt. Kepala Disnaker Indramayu, Nonon Citra Wulandari mengatakan tujuan dari sosialisasi ini untuk membentuk pemahaman dan kesadaran pentingnya produktivitas bagi pemerintah, dunia usaha/industri dan organisasi masyarakat dan menciptakan daya saing secara terencana, terintegrasi dan berkesinambungan untuk memiliki budaya produktif.
“Pengukuran produktivitas adalah penilaian kuantitatif atas perubahan produktivitas,” kata Citra sapaan akrabnya didampingi Kabid Pelatihan Kerja, Produktivitas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, (Lattastrans), Rasito.
Menurutnya, melalui pengukuran kompetensi dan produktivitas tenaga kerja pihaknya mengukur sejauh mana produktivitas perusahaan yang ada di Kota Mangga. Artinya pengukuran ini adalah untuk menilai apakah efisiensi produktif meningkat atau menurun.
Ia berharap sosialisasi ini tidak hanya berhenti hanya di tingkat sosialisasi tapi ditindaklanjuti oleh Human Resource Development (HRD) atau manajemen sumber daya manusia (SDM) atau karyawan yang membidangi peningkatan produktifitas SDM di perusahaan.
Sehingga kata dia, peserta sosialisasi bisa memberi manfaat bagi perusahaan dan bisa mengaplikasikan sosialisasi ini ke perusahaannya.
“Perusahaan diikutkan ke dalam sertifikasi untuk pengukuran produktivitasnya supaya mereka bisa mengukur tingkat produktivitas diperusahaannya masing-masing,” harap dia.
Rasito menambahkan, peserta sosialsiasi diikuti 25 orang dari berbagai unsur seperti unsur APINDO dan LPKS. Mereka diberikan pemahaman terkait peningkatan produktivitas
“Kami selalu berharap perusahan yang ada di Indramayu supaya bisa mengukur tingkat produktivitasnya masing-masing sehingga kelemahan, dan kekurangan merupakan hal yang perlu dirubah agar kedepan lebih baik lagi,” tambahnya. @safaro
















