Kabupaten Cirebon Pelita News
Masih berkaitan dengan hasil pelaksanaan pekerjaan pengaspalan Jalan Usaha Tani (JUT) Desa Kedungdawa Kecamatan Kedawung Kabupaten Cirebon yang diduga dilaksanakan kurang maksimal. Hasil investigasi saat itu hasil pengaspalan jalan tersebut dibeberapa titik diduga mudah terkelupas yang dikhawatirkan akan mempengaruhi kualitas disemua hasil yang telah dilaksanakan.
Tak hanya itu selain adanya dugaan Kuwu Desa Kedungdawa yang enggan berkomentar terkait hasil pekerjaan itu, dugaan kuat juga mengarah pada pihak Kecamatan Kedawung yang terkesan tutup mata dan telinga atas dugaan pada hasil pekerjaan tersebut.
Ketika dikonfirmasi Moh. Firdaus Agih, S.T., M.M. Camat Kedawung melalui Via WhatsApp nya Rabu 24/09 diduga berdalih sedang melaksanakan rapat, namun ketika dihubungi kembali pihaknya enggan merespon pertanyaan yang dilayangkan Harian Pelita News kepada dirinya.
“maaf sedang rapat dulu,”pungkasnya.
Sementara itu Fuad Ketua Fuad Ketua Paguyuban Rakyat Cirebon (Paraci) menyayangkan sikap Camat yang diduga tidak responsif terhadap publikasi pemberitaan ini, pasalnya ia mengkhawatirkan ketika tidak adanya ketegasan dari jajaran kecamatan Kedawung hasil pekerjaan di desa lainnya yang ada diwilayah kerja Kecamatan Kedawung serupa dengan pekerjaan pengaspalan JUT.
“ini tidak boleh disepelekan, karena bisa kami khawatir hasil pekerjaan yang lainnya sama hasilnya seperti ini,”ungkapnya.
Walaupun nilai pekerjaan tidak sangat besar, Fuad dengan tegas akan melaporkan hasil pekerjaan tersebut kepada Dinas terikat bahkan pihak berwenang, sehingga ada perbaikan untuk pekerjaan selanjutnya.
“pasti, kami akan laporkan terlebih dahulu kepada pihak inspektorat Kabupaten Cirebon,”tegasnya.
Fuad meminta kepada pihak-pihak terkait untuk lebih tegas dan tidak tebang pilih atas kelalaian maupun kesengajaan atas pekerjaan yang diduga menghasilkan pekerjaan yang tidak sesuai harapan dan spesifikasi.
“harus tegas inspektorat kepada siapapun yang coba-coba mengakali keuangan negara dan mengakibatkan kerugian negara,”ucapnya.”(*)















