Pelita News | Kota Cirebon — Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Cirebon, melakukan observasi strategi komunikasi organisasi digital di Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Cirebon. Observasi yang dilakukan melalui wawancara dengan Kepala Seksi Kesiapsiagaan Operasi dan Penyelamatan Kebakaran yaitu Nurjaman bertujuan memahami adaptasi organisasi pelayanan publik terhadap perkembangan teknologi digital dalam meningkatkan kualitas layanan darurat.
Kegiatan observasi ini dilakukan oleh Muhammad Zaidan, Ane Septiani, Ahmad Ubaydillah, Putri Vidya, Muhammad Dyka, Dian Nita, Ilham Adi, Nadila Listiawati, Noni Wulandari, Andika Aulia, Fatimah Azzahra, dan Nafa Meliyana, di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Welly Wihayati, S.Sos., M.Si.
Fenomena viralnya Pemadam Kebakaran di media sosial dipandang sebagai hasil dari pelaksanaan tugas pokok dan fungsi organisasi yang memang bertanggung jawab terhadap segala macam hal yang berkaitan dengan insiden.Meningkatnya perhatian publik melalui media sosial telah mendorong organisasi untuk menerapkan kepemimpinan adaptif dalam menghadapi era digitalisasi.
“Organisasi menerapkan kepemimpinan adaptif yang menyesuaikan dengan masa sekarang, di mana generasi Z menggunakan digitalisasi dalam segala aktivitas”, ujar Nurjaman.
Pemadam Kebakaran Kota Cirebon memanfaatkan berbagai platform media sosial seperti Instagram, Facebook, dan TikTok sebagai kanal komunikasi tambahan dengan masyarakat. Transformasi komunikasi organisasi digital ini memungkinkan masyarakat untuk melaporkan kejadian darurat tidak hanya melalui telepon konvensional di nomor (0231) 484113, tetapi juga melalui pesan langsung atau Direct Message di Instagram, bahkan melalui siaran langsung TikTok.
Komunikasi organisasi digital menjadi tambahan informasi yang sangat berguna tidak hanya untuk menerima laporan, tetapi juga untuk melakukan mitigasi kebakaran, sosialisasi, dan edukasi kepada masyarakat tanpa harus melakukan pertemuan tatap muka. Pelaporan sebelumnya harus menggunakan telepon, namun sekarang dapat menggunakan Direct Message atau bahkan TikTok live sehingga lebih cepat dan bisa membantu dengan media sosial tersebut.
Mengatasi keterbatasan komunikasi digital yang bergantung pada pulsa dan kuota internet, Pemerintah Kota Cirebon telah menyediakan layanan terintegrasi melalui nomor 112 yang merupakan pusat layanan insiden kedaruratan, produk dari Kementerian Komunikasi dan Informasi yang di daerah masuknya ke Dinas Komunikasi dan Informasi.
Berdasarkan hal tersebut, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Cirebon merencanakan inovasi komunikasi organisasi digital berupa pembangunan command centre dengan sistem monitoring terintegrasi.
Nurjaman mengungkapkan keinginan organisasi untuk memiliki command centre sendiri dengan tim IT khusus yang dilengkapi dengan layar monitor besar. Dengan sistem ini, jika terjadi kebakaran di wilayah tertentu dapat langsung terdeteksi dan termonitor sehingga organisasi tidak perlu mencari-cari lagi lokasi kejadian. Penerapan komunikasi digital terbukti menjadi kunci percepatan respon terhadap berbagai kejadian darurat yang dilaporkan masyarakat.















