Kuningan, Harian Pelita News
Bertempat di Mesjid At-Takwa Desa/Kecamatan Jalaksana, Paslon Bupati Kuningan H. Yanuar Prihatin-H. Udin Kusnaedi bertausiah mengusung tema “Rasullullah Muhammad SAW Sumber Inspirasi Kesuksesan Hidup” acara mulud ini di hadiri jemaah yang mayoritas kaum hawa, seraya bersolawat memanjatkan puji syukur dan doa agar apa yang dicita citakan terwujud dengan baik.
Kenapa bertemakan “Rasullullah Muhammad SAW sumber Inspirasi” tanya wartawan, H. Yanuar Prihatin didampingi Wacabup H. Udin Kusnaedi, menjelaskan dengan tema itu, Yanuar yang di usung Partai PKB memaparakan risalah Baginda Nabi Muhammad SAW, kalau orang ingin meraih kesuksesan, kemudahan. Keselamatan kan biasa ada rujukan ada mentor dari sekian banyak tokoh, kalau menurut Saya yang paling baik dan tinggi ya Rasullullah karena perangainya luar biasa ahlaknya luar biasa, dan lebih dari itu memberikan contoh. Kan yang paling paripurna yang lengkap memang ada selain itu yang dijadikan rujukan tapi kalau mau memcari yang sempurna ya Baginda Rasullullah SAW itulah alasan dijadikan rujukan karena beliau menerapkan dan mengajarkan terhadap seluruh umat sehingga sampai kepada kita semua agar bisa sukses dengan berkah.
Sebagai contoh apakah betul orang yang rajin shallat bisa sukses ya memang itu rumusnya, kemudian orang dengan sallat tidak sukses ya jangan salahkan suksesnya, tapi cara shallatnya seperti apa, kirakira begitulah. Lalu apakah dengan sedekah, dengan memperbanyak sedekah misalkan, dengan banyak membantu orang, dimudahkan ya memang begitu rumusnya, tapi ketika hidupnya tidak ada perubahan ya itu berarti ada yang harus di benahi, kadi bukan protes kepada sedekahnya tetapi pada substansi sedekahnya, jadi banyaklah inspirasi yang harus diterapkan.
5 kunci, petama akar kesuksesan, kalau mau membngun gedung, ya pondasinya harus kuat jadi jangan langsung mendirikan dinding dan tihang, begitupun kalau mau sukses ya akarnya harus kuat, akar kesuksesan itu kan dari niat, niat itukan adanya di dalam hati, ketulusan niat lalu keikhlasan pelaksanaannya Saya menginsfirasinya dari ibadah Sar’i kita, semua diawali dengan niat kalau tidak ada niat menjadi rapuh tertolak. Ke Dua. Menyerap magnit kemenangan, karena kita ingin bekerja seperti magnit, magnit itu kan sipatnya menarik bukan keluar, Magnit menarik itu kan hanya ada do’a dan zikir. Yang ke Tiga. Kalau bangunan, itu kan harus ada tihang, maka menurut Sar’i, tihang itu adalah Shallat maka dalam Kalimatnya juga ada Asollatu imadudin, sallat itu tihangnya agama maka jika tihangnya runtu agama runtuh, agamaitu untuk membentuk kehidupan, orang hidup itukan untuk mencari berkah, untuk mencari sukses, mencari selamat, berartikan Shallat tihangnya keselamtan juga tihangnya keberkahan.
Yang ke Empat. Ya tidak ada lah orang sukses tanoa berkorban, tidak mungkin tiba tiba datang, pengorbanan yang paling pas disebut, menurut Saya, ya membantu orang, menolong orang dan bermanfaat untuk orang, dalam bahasa Al-Quran disebut sedekah, Infak atau apapun yang sifatnya menolong orang lain. Kemudian yang ke Lima terakhir. Ada Berbeda antara mencari sukses dangan menjemput sukses, kalau pake kunci ini kita adalah pilihnya menjemput sukses, bentuknya sih sama sama ikhtiar tapi hasil akhirnya berbeda.
Apakah orientasi Kelima nasab itu untuk menaikan rating suara di Pilkada untuk anda sebagai Paslon Bupati Kuningan 2024-2029.
“Ya itu semua harus punya pondasi, di Pilkada juga setiap orang punya pondasi yang harus di bangun, pondasi diri, pondasi sosial maupun pondasi Politik itu pasti ada, Saya kira semua orang menempuhnya,” terang Paslon Bupati Wakil Bupati Kuningan periode 2024-2029 Yanura Prihatin-Udin Kusnaedi. Usai tausiah di Mesjid At-Takwa memaparakan risalah Nabi Muhammad SAW. (MansBom)















