Pelita News I Indramayu – UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Indramayu terus menyiapkan tenaga kerja kompeten. Mereka disiapkan melalui pelatihan berbasis kompetensi (PBK) program pelatihan kerja dan produktivitas tenaga kerja.
Terakhir BLK Disnaker telah melahirkan 64 tenaga kerja kompeten siap pakai melalui PBK Tahap V APBN Tahun 2024 kerja sama antara UPTD BLK Disnaker dengan UPT Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Bandung Barat. Dan pelatihan tersebut telah resmi ditutup, kemarin.
Plt Kepala Disnaker Kabupaten Indramayu, Nonon Citra Wulandari melalui Kepala UPTD BLK Disnaker Indramayu, Sukirman mengatakan, ke-64 peserta tersebut tersebar di empat kelas/kejuruan yakni late welder smaw 3F PF sebanyak 32 peserta atau 2 kelas, menjahit 16 peserta, dan sablon 16 peserta.
Mereka kata dia disipkan agar dapat bersaing di pasar kerja nasional, regional maupun global.
“Dengan dilaksanakannya PBK ini, diharapkan bisa menjadi bekal untuk bersaing di pasar kerja maupun untuk berwirausaha. Hal lainya, bisa menimbulkan efek positif bagi kualitas SDM di Kota Mangga Indramayu dalam menghadapi globalisasi dan perdagangan,” kata Kirman, sapaan akrabnya.
Kirman juga berpesan, hasil dari pelatihan ini hendaknya dapat dimanfaatkan dan dilaksanakan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kompetensi masyarakat serta untuk menyiapkan tenaga kerja yang kompeten, produktif dan berdaya saing dalam rangka memberi kontribusi lebih besar pada pengembangan ekonomi yang berbasis pada kebutuhan pasar kerja yang makin dinamis dan berkembang serta sesuai dengan potensi unggulan daerah guna memberi kontribusi pada pengembangan sektor prioritas.
Intinya, untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) khususnya para pencari kerja (pencaker), para korban PHK, dan para purna Pekerja Migran Indonesia (PMI) pihaknya terus memberikan keterampilan kerja berbasis kompetensi sehingga diharapkan agar dapat bersaing di pasar kerja lokal, nasional maupun global.
“Kami berpesan agar pelatihan ini hendaknya dimanfaatkan secara maksimal. Karena dalam melamar pekerjaan sekarang ini tidak cukup mengandalkan ijazah formal saja namun harus disertai sertifikat keahlian yang dikeluarkan oleh BNSP,” pesan dia. @safaro















