Pelita News I Indramayu – Untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) khususnya para pencari kerja (pencaker) agar dapat bersaing di pasar nasional, regional maupun global, UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Indramayu kembali membuka pelatihan berbasis kompetensi (PBK). PBK tahap V APBN Tahun 2024 ini dipusatkan di Aula BLK setempat, Senin, (18/11/2025).
Kepala Disnaker Kabupaten Indramayu, Nonon Citra Wulandari mengatakan PBK tahap V APBN 2024 diikuti sebanyak 80 peserta. Mereka kata dia terbagi dalam empat program yakni, 1. Plate Welder SMAW 3F PF, diikuti 32 peserta, 2. Commercial Makeup Artis, 16 peserta, 3. Sablon, 16 orang dan 4. Asisten Pembuat Pakaian (Menjahit), diikuti sebanyak 16 peserta.
PBK tahap V APBN 2024, sambungnya, merupakan pelatihan yang bersumber dari dana APBN tahap akhir di 2024 dan InsyaAllah akan terus berlanjut di tahun anggaran berikutnya.
“Dengan dilaksanakannya PBK ini, diharapkan bisa menjadi bekal untuk bersaing di pasar kerja maupun untuk berwirausaha. Hal lainya, bisa
menimbulkan efek positif bagi kualitas SDM di Kota Mangga Indramayu dalam menghadapi globalisasi dan perdagangan,” kata Citra dalam kata sambutannya.
Citra juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terimakasih kepada UPT Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Bandung Barat yang terus mensupport pihaknya untuk menyelenggarakan PBK tersebut.
Intinya, untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) khususnya para pencari kerja (pencaker), para korban PHK, dan para purna Pekerja Migran Indonesia (PMI) pihaknya terus memberikan keterampilan kerja berbasis kompetensi sehingga diharapkan agar dapat bersaing di pasar kerja lokal, nasional maupun global.
Oleh karenanya, pihaknya berpesan agar pelatihan ini hendaknya dimanfaatkan secara maksimal. Karena menurutnya, dalam melamar pekerjaan sekarang ini tidak cukup mengandalkan ijazah formal saja namun harus disertai sertifikat keahlian yang dikeluarkan oleh BNSP.
“Kedepan UPTD BLK Disnaker diharapkan bisa menjadi pusat pelatihan keterampilan dan pengembangan kewirausahaan terpadu sesuai dengan potensi lokal di bidang UMKM dan industri kreatif yang harus ditopang oleh kemampuan dan penguasaan di bidang teknologi informasi,” tutupnya. @safaro















