Pelita News I Indramayu – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana alam. Sala satunya melalui kegiatan sosialisasi dan simulasi evakuasi bencana yang melibatkan petugas serta warga binaan.
Kegiatan tersebut digelar di Blok Hunian Lapas Kelas IIB Indramayu, Senin (14/9/2026) sore. Pelaksanaan kegiatan turut melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu.
Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu, Aramichi Renggalih, mengatakan kesiapsiagaan menjadi hal penting dalam menghadapi kondisi darurat, terlebih lingkungan lapas memiliki jumlah penghuni yang cukup banyak sehingga diperlukan langkah penanganan yang cepat dan terkoordinasi.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan pemahaman kepada petugas dan warga binaan mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan apabila terjadi bencana. Kesiapan dan kecepatan dalam mengambil tindakan sangat penting untuk meminimalkan risiko serta memastikan keselamatan bersama,” kata dia dalam keterangannya, Rabu (16/9/2026).
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya memberikan pemahaman secara teori, tetapi juga membekali peserta dengan pengalaman melalui simulasi secara langsung. Dengan demikian, setiap petugas maupun warga binaan diharapkan mengetahui tindakan yang tepat ketika menghadapi situasi darurat.
Kasi Pencegahan BPBD Kabupaten Indramayu, Supriyanto, didampingi staf Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Iyan Satrio menyampaikan materi meliputi pengenalan berbagai jenis bencana, tindakan pertama yang perlu dilakukan saat bencana terjadi, hingga pengetahuan mengenai bahaya abu vulkanik yang perlu diwaspadai.
Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi penanganan pertama terhadap korban bencana. Selanjutnya, petugas Lapas Indramayu mengikuti simulasi proses evakuasi korban bencana dari area hunian.
Aramichi menambahkan, simulasi tersebut menjadi bagian dari upaya Lapas Indramayu untuk membangun kesiapan jajaran dalam menghadapi berbagai kemungkinan keadaan darurat.
“Kami berharap seluruh jajaran dapat memahami prosedur evakuasi dan mampu bertindak sesuai peran masing-masing ketika terjadi bencana. Koordinasi dengan instansi terkait seperti BPBD juga akan terus kami perkuat,” harapnya.
Ia menegaskan, aspek keselamatan menjadi perhatian penting dalam pelaksanaan tugas di lingkungan Lapas Indramayu. Karena itu, kesiapsiagaan tidak hanya dibangun melalui prosedur, tetapi juga perlu dilatih secara berkala agar seluruh petugas memiliki respons yang tepat saat menghadapi keadaan darurat. @safaro















