Pelita News I Indramayu – Angka partisipasi masyarakat (Parmas) Pilkada Serentak 2024 di Kabupaten Indramayu mengalami penurunan meski tidak signifikan.
Pada Pilkada 2020 angka parmas di Indramayu mencapai sekira 66,19 persen, sedangkan pada Pilkada 2024 mencapai 65,23 persen atau terjadi penurunan sekira 0,96 persen.
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Indramayu, Masykur melalui Divisi Sosialisasi, Pendidikan Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia, Munawaroh mengatakan, tingkat kehadiran masyarakat di Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada Pilkada Serentak 2024 mengalami penurunan meski tidak signifikan.
Munawaroh menyebutkan ada beberapa indikasi terjadinya penurunan seperti jumlah daftar pemilih tetap (DPT) semakin besar yakni 1.390.569 pemilih sementara jumlah sebaran TPS lebih sedikit, sehingga banyak masyarakat yang jangkauan TPS nya lebih jauh. Kemudian banyak nelayan yang sudah berangkat ke laut, petani yang mulai panen dan beberapa mulai menanam padi.
Selanjutnya, banyak pemilih di luar negeri sekitar 30 ribuan yang tidak bisa menggunakan hak pilih serta banyak juga perantau di luar kota yang tidak pulang untuk menggunakan hak pilihnya.
“Dari jumlah DPT sebanyak 1.390.569 pemilih, jumlah kehadiran yang datang ke TPS sekitar 907.118 pemilih atau 65,23 persen,” kata dia di sela sela jeda rekapitulasi penghitungan perolehan suara Pemilihan Gubernur dan Pemilihan Bupati tingkat Kabupaten Indramayu Tahun 2024 di KPU setempat, Jumat (06/12/2024).
Ia mengaku telah berupaya maksimal untuk mendongkrak angka parmas seperti melakukan sosialisasi secara maksimal di setiap segmen, baik secara luring datang ke tengah-tengah masyarakat ataupun sosialisasi melalui media sosial. @safaro















