KABUPATEN CIREBON PELITA NEWS– Dewan Pengurus Cabang (DPC) Perempuan Bangsa Kabupaten Cirebon menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) di Graha Djoeang, Minggu (8/11/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menargetkan peningkatan jumlah dan kualitas kader perempuan dalam menghadapi Pemilu 2029.
Muscab yang merupakan forum tertinggi organisasi sayap perempuan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut tidak sekadar menjadi agenda pemilihan Ketua DPC Perempuan Bangsa periode 2026–2031. Lebih dari itu, forum ini juga menjadi ajang evaluasi program kerja, penyusunan agenda strategis lima tahun ke depan, serta penguatan struktur organisasi hingga tingkat kecamatan dan desa.
Pemilihan Graha Djoeang sebagai lokasi pelaksanaan Muscab juga memiliki makna tersendiri. Tempat tersebut menjadi simbol semangat perjuangan dan komitmen Perempuan Bangsa dalam memperluas peran perempuan di tengah masyarakat.
Anggota DPRD Kabupaten Cirebon, Ismiatul Fatihiya Yusuf, menegaskan bahwa Perempuan Bangsa harus mampu menjadi rumah besar bagi seluruh perempuan di Kabupaten Cirebon. Karena itu, penguatan organisasi tidak hanya berorientasi pada penambahan jumlah kader, tetapi juga peningkatan kapasitas dan kualitas sumber daya manusia.
“Perempuan Bangsa harus menjadi rumah besar bagi perempuan Cirebon. Kadernya harus bertambah, tetapi kapasitasnya juga harus meningkat. Kita tidak hanya mengejar jumlah, tetapi juga kualitas. Kader perempuan PKB harus berani, cerdas, memiliki basis di masyarakat, dan siap memperjuangkan aspirasi rakyat,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya pemberdayaan ekonomi perempuan sebagai salah satu pintu masuk dalam memperluas kaderisasi organisasi.
Menurutnya, Kabupaten Cirebon memiliki banyak perempuan dengan potensi besar di berbagai sektor, mulai dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pertanian, hingga usaha keluarga. Potensi tersebut perlu mendapatkan pendampingan dan pembinaan agar mampu berkembang secara optimal.
Jika diberdayakan dengan baik, perempuan tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga dapat tampil sebagai subjek yang mandiri secara ekonomi serta memiliki posisi kuat dalam kehidupan sosial dan publik.
Selain pemberdayaan ekonomi, Ismiatul juga mengingatkan pentingnya peran Perempuan Bangsa dalam mengawal berbagai isu strategis yang berkaitan dengan perempuan dan keluarga.
Sejumlah persoalan yang perlu menjadi perhatian di antaranya kesehatan ibu dan anak, pendidikan, pencegahan stunting, perlindungan perempuan dan anak, serta penguatan ketahanan keluarga.
“Kalau kadernya kuat, organisasinya kuat, maka PKB juga akan semakin kuat. Ketika perempuan sudah bergerak, perubahan itu akan terasa hingga ke desa-desa,” tambahnya.
Muscab di Graha Djoeang ini diharapkan menjadi titik awal kebangkitan baru Perempuan Bangsa Kabupaten Cirebon. Melalui kepengurusan yang baru, struktur organisasi yang semakin tertata, jumlah kader yang meningkat, serta program kerja yang lebih terarah, Perempuan Bangsa diharapkan mampu memperluas kontribusinya bagi masyarakat.
Ke depan, Perempuan Bangsa menargetkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap kemenangan PKB sekaligus mendorong peningkatan keterwakilan perempuan di DPRD Kabupaten Cirebon pada Pemilu 2029.
Momentum Muscab ini pun menjadi penegasan bahwa perempuan bukan sekadar pelengkap dalam dinamika politik, melainkan kekuatan penting yang memiliki peran strategis dalam menentukan arah pembangunan dan masa depan daerah.(Dedi)













