Pelita News | Kab. Cirebon – RSUD Waled Kabupaten Cirebon tidak mau main-main soal mutu pelayanan. Di tengah persaingan rumah sakit di Cirebon Timur yang makin padat, rumah sakit plat merah ini optimistis mempertahankan predikat tertinggi akreditasi Paripurna Bintang Lima.
Komitmen itu ditegaskan saat RSUD Waled menjalani penilaian akreditasi oleh tim surveyor Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS), Selasa (03/11/2026).
Direktur RSUD Waled, dr. Deni Wirhana Surjono, Sp.OG, Subsp.KFM, menegaskan akreditasi bukan sekadar urusan administratif dan tumpukan berkas.
“Akreditasi ini standar baku mutu. Bukan soal kertasnya lengkap atau tidak, tapi apakah pelayanan di lapangan benar-benar bermutu, prosedur medisnya tepat, dan keselamatan pasiennya terjamin,“ tegas Deni.
Menurut Deni, setiap rumah sakit wajib dinilai setiap empat tahun sekali. Penilaiannya independen oleh KARS, dan hasilnya akan dilaporkan langsung ke Kementerian Kesehatan untuk menentukan kelas mutu rumah sakit.
RSUD Waled sendiri bukan pemain baru. Dalam 28 tahun terakhir, rumah sakit ini sudah 7 kali menjalani akreditasi dan berhasil menyabet predikat Paripurna.
“Kalau ada kekurangan, ya harus langsung diperbaiki. Semua catatan tim penilai jadi bahan evaluasi kami. Kami optimistis bisa mempertahankan Paripurna,“ ujarnya.
Bukan Saingan Tapi Saling Melengkapi
Di sisi lain, Deni menanggapi maraknya pertumbuhan rumah sakit baru di wilayah Cirebon Timur.
Baginya, itu bukan ancaman. Dengan jumlah penduduk Cirebon Timur yang hampir menyentuh satu juta jiwa, semua rumah sakit justru harus berkolaborasi.
“Kalau dilihat dari sisi bisnis mungkin persaingan. Tapi dalam sistem pelayanan kesehatan, kita saling melengkapi,“ katanya.
Deni menyebut, RSUD Waled punya keunggulan fasilitas seperti Cath Lab, CT Scan, dan tenaga medis subspesialis yang tidak semua rumah sakit miliki. Kolaborasi menjadi kunci ketika ada rumah sakit yang kekurangan tempat tidur atau fasilitas.
Bupati Ikut Diwawancara Tim Surveyor
Sementara itu, Bupati Cirebon Drs. H. Imron Rosyadi yang hadir dalam kegiatan tersebut mengaku turut diwawancara tim akreditasi.
Wawancara tersebut menyangkut komitmen dan kebijakan Pemda Cirebon dalam mendukung SDM dan peningkatan mutu layanan RSUD Waled.
“Hari ini kami diwawancarai tim akreditasi soal kebijakan pemerintah daerah, pelayanan, sampai SDM-nya. Pemda tentu mendukung penuh agar masyarakat dapat layanan yang aman dan berkualitas,“ kata Imron.
Hasil resmi akreditasi sendiri diperkirakan baru keluar minimal satu bulan ke depan. Namun Deni menegaskan, target utama bukan sekadar mempertahankan bintang.
“Yang paling utama bukan predikatnya, tapi bagaimana masyarakat Cirebon Timur mendapatkan pelayanan kesehatan yang semakin baik,“ pungkasnya. @Ries














