IKLAN
    • Advertorial
    • Kontak Kami
    Kamis, Oktober 22, 2026
    Harian Pelita News
    IKLAN
    • BERANDA
    • CIAYUMAJAKUNING
      • KABUPATEN CIREBON
      • KOTA CIREBON
      • INDRAMAYU
      • MAJALENGKA
      • KUNINGAN
    • EKONOMI & BISNIS
    • KESEHATAN
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • NASIONAL
    Tidak ada hasil
    Tinjau semua hasil
    • BERANDA
    • CIAYUMAJAKUNING
      • KABUPATEN CIREBON
      • KOTA CIREBON
      • INDRAMAYU
      • MAJALENGKA
      • KUNINGAN
    • EKONOMI & BISNIS
    • KESEHATAN
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • NASIONAL
    Tidak ada hasil
    Tinjau semua hasil
    Harian Pelita News
    Tidak ada hasil
    Tinjau semua hasil
    IKLAN
    Beranda CIAYUMAJAKUNING

    HARI SANTRI DAN NESTAPA Negeri Oleh: Aa M Haerudin

    Harian Pelita News oleh Harian Pelita News
    Oktober 22, 2026
    dalam CIAYUMAJAKUNING, KABUPATEN CIREBON, Uncategorized
    0 0
    0
    HARI SANTRI DAN NESTAPA Negeri Oleh: Aa M Haerudin
    0
    BERBAGI
    6
    TAMPILAN
    Share on FacebookShare on WhatsappShare on Twitter

    HARI SANTRI DAN NESTAPA NEGERI

    Oleh: Aa M Haerudin

    Sejak ditetapkan tahun 2015, Hari Santri diperingati oleh para santri di seantero negeri. Awalnya, ia adalah hadiah politik yang diberikan pemerintah untuk pesantren-pesantren yang berada dalam naungan organisasi keagamaan Nahdlatul Ulama.

     

    Hari ini, Kamis, 22 Oktober 2026, Hari Santri masih terus diperingati, meskipun bentuknya masih sebatas seremonial.

     

    Tahun ini, Hari Santri diperingati di tengah banyaknya persoalan keumatan yang membelit negeri. Bayangkan, tidak kurang dari 4 bulan kebakaran hutan dan lahan tak kunjung padam, lebih dari 60.000 orang keracunan program MBG, harga kebutuhan pokok dan pajak naik mencekik, bangunan-bangunan koperasi mangkrak terbengkalai di banyak pelosok negeri, perilaku korupsi yang kian membabi-buta, dan masih banyak lagi.

     

    Harapan sekaligus benteng pertahanan terakhir civil society — yakni ormas-ormas keagamaan beserta para ulamanya — justru dibuat tidak berdaya. Mereka absen dari hampir seluruh persoalan keumatan hari ini. Mereka difasilitasi dengan berbagai jebakan proyek dan jabatan duniawi. Gembar-gembor efisiensi anggaran, malah dijadikan alibi untuk obral jabatan.

     

    Mereka, para ulama, kini tinggal nama. Kita tengah kehilangan sosok-sosok ulama yang ikhlas dan kritis terhadap proyek dan kebijakan penguasa yang ugal-ugalan.

     

    Lalu, apa makna dan gunanya Hari Santri? Apakah hanya berhenti pada cerita-cerita sejarah heroik para santri zaman dahulu yang telah berjasa memerdekakan negeri ini?

     

    Peringatan seremonial ini masih jauh dari substansi. Islam santri ternyata masih ramai dalam formalitas, tetapi sepi dalam aktualitas. Bahkan apa yang disebut transformasi pesantren masih jauh dari terbukti. Yang ada hanya aktivitas belajar-mengajar secara formal. Para santri masih berjarak jauh dengan realitas umat dan rasa empati.

     

    Sungguh, seremonial Hari Santri dari tahun ke tahun semakin melumpuhkan kekuatan civil society dan menambah nestapa negeri ini. Seolah peringatan Hari Santri hanya selesai pada acara apel atau upacara, atau ingar-bingar pengajian dengan biaya fantastis.

     

    Sudah saatnya kembali pada jati diri santri dan fitrah kemerdekaan negeri ini. Terus terang, saya sendiri sebagai santri melihat realitas peringatan Hari Santri yang berbiaya tinggi di tengah nestapa negeri ini merasa sangat malu dan enggan turut terjebak dalam berbagai acara yang hanya menonjolkan seremonial.

     

    Ada dua sosok berkarakter indigenous santri yang telah hilang, yang begitu saya rindukan untuk bangkit kembali di negeri ini:

     

    *Pertama,* sosok santri yang betul-betul berkarakter, idealismenya kokoh dan berjaga jarak dengan penguasa dan pejabat.

     

    *Kedua,* sosok Kiai yang juga berkarakter, militansi keteladanannya kokoh dan juga berjaga jarak dengan penguasa dan pejabat.

     

    Saya merasa sangat prihatin manakala kini, baik para santri maupun Kiai justru berbondong-bondong mengandalkan pemerintah. Kaum sarungan muda dan Kiai-nya kini terlena oleh rayuan jabatan dan kenikmatan dunia.

     

    Yang belum lama ini dipertontonkan secara jelas di layar kaca, 6 dari 26 ulama kita kembali diberi jabatan sebagai Dewan Pertimbangan Presiden. Dan sampai hari ini, dari 6 orang ulama tersebut, tak ada satu orang pun yang lantang mengkritik pemerintah atas kelalaiannya memadamkan kebakaran hutan dan lahan.

     

    Saya, dan saya pikir kita semua bertanya-tanya, apakah 6 orang ulama di jajaran Wantimpres itu orang miskin? Bahkan beberapa di antara mereka tidak malu-malu merangkap jabatan.

     

    Oleh para santri, pengagum dan pembelanya, keenam ulama itu dianggap pantas mendapat jabatan rangkap karena keilmuan dan jasa-jasanya yang besar. Sejak kapan ulama yang berjuang dengan ilmu dan keteladanan dianggap benar hanya karena mendapat jabatan, tanpa ada komitmen kritisisme dan idealisme?

     

    Apakah itu tujuan dari peringatan Hari Santri? Ternyata keilmuan dan segala bentuk upaya kebaikan yang selama ini ditorehkan tujuannya adalah untuk meraih jabatan. Nyaris saya melihat semua ke arah sana, baik yang mendaku sebagai santri, apalagi mereka yang di luar santri tapi ingin dianggap santri.

     

    Mau sampai kapan para santri dan Kiai terlena pada jebakan jabatan dunia dan nestapa negeri ini?

     

    _Wallahu a’lam._

     

    *Aa M Haerudin*

    Pesantren Tahfidz Al-Qur’an Al-Insaaniyyah

    Kamis, 22 Oktober 2026 | 11.32 WIB

    Tags: CiayumajakuningKabupaten Cirebon
    Sebelumnya

    Progres Jalan Halimpu - Wangkelang Dikebut! Warga Apresiasi Dan Ingatkan Soal Mutu

    Berikutnya

    Perempuan Tangguh Operator SPBUOleh Saprorudin 

    Harian Pelita News

    Harian Pelita News

    Berikutnya
    Perempuan Tangguh Operator SPBUOleh Saprorudin 

    Perempuan Tangguh Operator SPBUOleh Saprorudin 

    Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    • Trending
    • Komentar
    • Terkini
    Bengkak 100 Juta! Buntut Jaminkan Sertifikat Aset Desa, Eks Sekdes Curug Wetan Mundur Atau Terancam Pemecatan

    Bengkak 100 Juta! Buntut Jaminkan Sertifikat Aset Desa, Eks Sekdes Curug Wetan Mundur Atau Terancam Pemecatan

    Oktober 15, 2026
    Tongkat Komando Danrem 063/SGJ Berganti, Kolonel Galih Bramantyo Resmi Pimpin Wilayah Cirebon Raya

    Tongkat Komando Danrem 063/SGJ Berganti, Kolonel Galih Bramantyo Resmi Pimpin Wilayah Cirebon Raya

    September 26, 2026

    Diduga (F) Direktur PT Borneo Belum Bayar Upah Pekerja dan Pembelian Bahan Material 

    Oktober 8, 2026
    Garam Cirebon Punya Potensi Besar, Pemkab Dorong Pelaku Usaha Lebih Mudah Akses Pembiayaan

    Garam Cirebon Punya Potensi Besar, Pemkab Dorong Pelaku Usaha Lebih Mudah Akses Pembiayaan

    Oktober 8, 2026
    Tingkatkan Kesadaran dan Kesiapsiagaan Bencana Warga Sekitar Kilang, Kilang Balongan Sosialisasi Major Emergency Drill di Desa Majakerta

    Tingkatkan Kesadaran dan Kesiapsiagaan Bencana Warga Sekitar Kilang, Kilang Balongan Sosialisasi Major Emergency Drill di Desa Majakerta

    Oktober 22, 2026
    Perempuan Tangguh Operator SPBUOleh Saprorudin 

    Perempuan Tangguh Operator SPBUOleh Saprorudin 

    Oktober 22, 2026
    HARI SANTRI DAN NESTAPA Negeri Oleh: Aa M Haerudin

    HARI SANTRI DAN NESTAPA Negeri Oleh: Aa M Haerudin

    Oktober 22, 2026
    Progres Jalan Halimpu – Wangkelang Dikebut! Warga Apresiasi Dan Ingatkan Soal Mutu

    Progres Jalan Halimpu – Wangkelang Dikebut! Warga Apresiasi Dan Ingatkan Soal Mutu

    Oktober 22, 2026
    https://harianpelitanews.id/wp-content/uploads/2025/02/IMG_20250204_101013_260-6.png
    • Ratusan Anak & Guru di Kota Cirebon Keracunan Massal MBG – IGD Jebol, Warga Geruduk Dapur SPPG Kalijaga 05

      Ratusan Anak & Guru di Kota Cirebon Keracunan Massal MBG – IGD Jebol, Warga Geruduk Dapur SPPG Kalijaga 05

      0 bagi
      Bagi 0 Tweet 0
    • Pelaku Penambangan Liar di Lahan HGU Rugikan PT PG Rajawali II

      0 bagi
      Bagi 0 Tweet 0
    • KONI Indramayu Berharap Perusahaan Bantu Kebutuhan Alat Tanding Atlet  

      0 bagi
      Bagi 0 Tweet 0
    • Hadapi Musim Tanam Okmar, Pupuk Kujang Siagakan Stok Pupuk

      0 bagi
      Bagi 0 Tweet 0
    • Momen HUT Golkar ke – 62 Tahun, Taufik Hidayat: Momentum Perkuat Konsolidasi Organisasi

      0 bagi
      Bagi 0 Tweet 0
    Harian Pelita News

    Media Online Pelita News
    Kami selalu menyajikan informasi dengan Cepat dan Akurat.

    Kunjungi Kami

    Kategori Berita

    • CIAYUMAJAKUNING (13,116)
    • EKONOMI & BISNIS (344)
    • INDRAMAYU (5,575)
    • INFORMASI (604)
    • Jawa Tengah (409)
    • KABUPATEN CIREBON (6,353)
    • KESEHATAN (87)
    • KOTA CIREBON (1,093)
    • KUNINGAN (151)
    • MAJALENGKA (80)
    • NASIONAL (669)
    • OLAHRAGA (48)
    • PEMERINTAH DAERAH (791)
    • TEKNOLOGI (112)
    • Uncategorized (985)

    Berita Terbaru

    Tingkatkan Kesadaran dan Kesiapsiagaan Bencana Warga Sekitar Kilang, Kilang Balongan Sosialisasi Major Emergency Drill di Desa Majakerta

    Tingkatkan Kesadaran dan Kesiapsiagaan Bencana Warga Sekitar Kilang, Kilang Balongan Sosialisasi Major Emergency Drill di Desa Majakerta

    Oktober 22, 2026
    Perempuan Tangguh Operator SPBUOleh Saprorudin 

    Perempuan Tangguh Operator SPBUOleh Saprorudin 

    Oktober 22, 2026
    • Advertorial
    • Kontak Kami

    © 2020 Harian Pelita News - PT. Sinar BIntang Intermedia. Developed by CV Arkitech.

    Tidak ada hasil
    Tinjau semua hasil
    • Beranda
    • CIAYUMAJAKUNING
      • KABUPATEN CIREBON
      • KOTA CIREBON
      • INDRAMAYU
      • MAJALENGKA
      • KUNINGAN
    • EKONOMI & BISNIS
    • KESEHATAN
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • NASIONAL

    Masuk ke Akun Anda

    Lupa Password?

    Isi form isian dibawah

    Seluruh form isian wajib diisi. Masuk

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Masuk