Pelita News I Indramayu – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Indramayu mengeluhkan belum adanya respons dari sejumlah perusahaan terkait permohonan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) untuk mendukung kebutuhan atlet yang akan berlaga pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026. Padahal, kebutuhan peralatan latihan dan tanding atlet dari berbagai cabang olahraga diperkirakan mencapai Rp601.117.500.
Ketua KONI Kabupaten Indramayu, H. Yogi Kurniawan, S.T., melalui Sekretaris Umum KONI Kabupaten Indramayu, H. Maman Kostaman, S.H.,M.H., menyampaikan bahwa surat permohonan bantuan CSR telah disampaikan secara resmi kepada PT Polytama Propindo dan Pertamina Patra Niaga Kilang Balongan. Namun, lebih dari satu bulan sejak surat dikirimkan, KONI mengaku belum menerima jawaban resmi dari kedua perusahaan tersebut.
Menurut Maman, dukungan dunia usaha sangat dibutuhkan untuk menunjang kesiapan atlet Indramayu, terutama dalam memenuhi kebutuhan operasional pertandingan, pengadaan perlengkapan tanding, serta peralatan latihan yang sesuai dengan standar masing-masing cabang olahraga.
Ia mengakui Pemerintah Kabupaten Indramayu telah mengalokasikan anggaran untuk menghadapi Porprov XV Jawa Barat 2026. Namun, anggaran tersebut dinilai masih belum mencukupi kebutuhan riil atlet, baik untuk operasional selama pertandingan maupun pemenuhan sarana dan prasarana olahraga.
“Memang tahun ini ada anggaran dari pemerintah daerah untuk Porprov XV. Namun, jumlahnya masih jauh dari kebutuhan yang sebenarnya. Tidak hanya untuk operasional selama pertandingan, tetapi juga untuk peralatan tanding yang kondisinya masih jauh dari memadai,” ungkap Maman dalam keterangannya, Rabu (21/10/2026).
Gambaran keterbatasan sarana tersebut terlihat dari daftar kebutuhan alat latihan dan tanding yang dihimpun KONI Kabupaten Indramayu. Dokumen tersebut memuat pengajuan kebutuhan dari 16 cabang olahraga, meliputi anggar, gulat, judo, kurash, muaythai, pencak silat, sambo, kempo, taekwondo, tarung derajat, tinju, wushu, karate-do, kick boxing, panjat tebing, dan biliar.
Berbagai perlengkapan yang diajukan mencakup pakaian tanding, alat pelindung keselamatan atlet, sepatu pertandingan, hingga peralatan khusus sesuai karakteristik cabang olahraga.
Pada cabang anggar, misalnya, terdapat kebutuhan satu set piste PBT dengan nilai Rp80 juta. Cabang gulat mengajukan kebutuhan baju dan sepatu gulat, sedangkan cabang judo dan kurash membutuhkan sejumlah setel pakaian tanding dengan warna sesuai ketentuan pertandingan.
Cabang muaythai juga membutuhkan berbagai perlengkapan pelindung, mulai dari hand wrap, head guard, body protector, shin guard, dan elbow guard, hingga pelindung dada serta alat pelindung vital. Berdasarkan rincian dokumen, total kebutuhan perlengkapan muaythai mencapai Rp33,35 juta.
Sementara itu, cabang pencak silat mengajukan pakaian atlet serta berbagai perlengkapan pelindung dengan nilai kebutuhan Rp7.507.500. Cabang sambo membutuhkan sejumlah pakaian tanding SAMBO SPORT dan SAMBO Combat dengan total nilai Rp47,44 juta.
Kebutuhan cukup besar juga tercatat pada cabang kempo. Perlengkapan berupa dogi atau baju latihan, pelindung badan Shorinji Kempo, pelindung kepala, dan sarung tangan pelindung memiliki nilai kebutuhan sebesar Rp136,85 juta berdasarkan dokumen yang dihimpun.
Adapun cabang taekwondo mengajukan kebutuhan dobok kyorugi dan poomsae, pelindung kepala, pelindung badan, pelindung tangan dan kaki, serta pelindung alat vital dengan total nilai Rp29,9 juta.
Cabang tarung derajat membutuhkan baju tarung, sarung tangan, dan pelindung badan senilai Rp15,6 juta. Untuk cabang tinju, kebutuhan meliputi sarung tinju, sarung tangan untuk memukul samsak, pelindung kepala, pembalut tangan, dan sepatu tanding dengan total anggaran Rp55,02 juta.
Selanjutnya, cabang wushu mengajukan kebutuhan perlengkapan pelindung, baju tanding sanda merah dan biru, serta sepatu taolu dengan total nilai Rp29,25 juta. Cabang karate-do mencantumkan kebutuhan baju dan peralatan tanding senilai Rp35 juta.
Selain cabang-cabang tersebut, dokumen kebutuhan juga mencantumkan sejumlah perlengkapan untuk cabang olahraga lainnya. Namun, rincian nilai untuk seluruh cabang perlu disesuaikan dengan rekapitulasi resmi agar total anggaran yang disampaikan dapat dipastikan secara akurat.
Maman mencontohkan kondisi sala satu perlengkapan atlet panjat tebing, yakni sepatu tanding yang sudah sobek dan dinilai tidak layak digunakan. Meski demikian, atlet tersebut tetap menggunakannya karena keterbatasan sarana dan besarnya semangat untuk bertanding demi membawa nama baik Kabupaten Indramayu.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi gambaran bahwa perhatian terhadap kebutuhan dasar atlet masih perlu ditingkatkan. Atlet yang berlaga pada Porprov bukan hanya bertanding untuk kepentingan pribadi, melainkan juga membawa nama daerah dan berjuang meraih prestasi bagi Kabupaten Indramayu.
“Semangat atlet untuk bertanding demi nama baik Indramayu sangat besar. Bahkan, dengan kondisi perlengkapan yang sudah tidak layak sekalipun, mereka tetap berusaha memberikan yang terbaik. Karena itu, kami berharap kebutuhan atlet ini mendapatkan perhatian lebih serius,” ujarnya.
Ia menilai, pemenuhan perlengkapan latihan dan tanding tidak semata-mata berkaitan dengan kenyamanan atlet, tetapi juga berhubungan dengan keselamatan, kualitas latihan, dan kesiapan menghadapi persaingan dengan atlet dari kabupaten dan kota lain di Jawa Barat.
KONI Kabupaten Indramayu berharap PT Polytama Propindo dan RU VI Balongan melalui Patra Niaga dapat memberikan perhatian terhadap kebutuhan para atlet menjelang pelaksanaan Porprov XV Jawa Barat yang dijadwalkan mulai berlangsung pada 28 Oktober 2026. @safaro














