Pelita News | Kota Cirebon – Kasus dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon meluas menjadi keracunan massal. Korban yang sebelumnya dilaporkan puluhan orang, kini tercatat lebih dari 100 orang dan disebut mencapai ratusan anak terdampak.
Data sementara menyebutkan sekitar 100 siswa dan guru mengalami gejala mual, muntah, sakit perut, diare hingga sesak napas setelah menyantap MBG, pada Selasa (20/10/2026). Jumlah korban diduga terus bertambah hingga Selasa malam karena siswa masih berdatangan ke rumah sakit diantar orang tua.
Berdasarkan infografis resmi yang beredar hari ini, dapur penyedia adalah SPPG KOTA CIREBON HARJAMUKTI KALIJAGA 05 di bawah Yayasan Tri Bakti Pertiwi, dengan Kepala SPPG Andi Rahmat Gea, S.T. Total produksi hari itu 2555 porsi terdiri dari 1581 Porsi Kecil (PK) dan 974 Porsi Besar (PB).
Menu yang dibagikan diantaranya Nasi, Sop Telur Puyuh, Tempe Oreg, Sayur Kol Wortel dan Buah Kelengkeng. Kandungan gizi tertera: Porsi Kecil 426 Kkal, Porsi Besar 516 Kkal. Paket MBG ini dibagikan sekitar pukul 08.00 WIB dan dikonsumsi sebelum jam pulang.
Seorang wali murid mengaku anaknya mengeluh telur puyuh terasa asam. “Saya tanya anak habis makan apa, MBG-nya kenapa, apa yang dimakan? Telur. Telurnya kenapa? Asam,“ kata Agus, orang tua siswa TK.
Ratusan korban berasal dari SDN Kalijaga Permai, SDN Taman Kalijaga Permai, TK Teratai, dan TK Bina Bangsa. Dua guru turut tumbang, salah satunya dikabarkan sesak berat.
Kondisi di RS Siloam Putra Bahagia Jalan Ciremai Raya pun membludak. IGD dilaporkan penuh sehingga pasien banyak dirujuk ke RSUD Gunung Jati, RST Ciremai, dan RS Cahaya Bunda. Di lokasi nampak terparkir 7 ambulans yang siaga mengantar pasien.
“Banyak sekali korban yang diduga keracunan sampai ke lorong-lorong,“ kata orang tua siswa di IGD.
Puncaknya, suasana di sekitar dapur SPPG Kalijaga 05 Jalan Pramuka Pengalang memanas Selasa malam. Warga berbondong-bondong mendatangi dapur dan mendesak agar operasional ditutup karena khawatir kejadian terulang. Aparat gabungan Polres Cirebon Kota dan TNI turun mengamankan lokasi.
Menanggapi kejadian ini, Wali Kota Cirebon Effendi Edo menyatakan penanganan pasien menjadi prioritas. Pasien dirawat di RS Gunung Jati, RS Cahaya Bunda, RS Siloam, dan RS Ciremai. Sebagian pasien telah diperbolehkan pulang dan tidak ada korban kritis.
Pemerintah juga telah melakukan suspend / penghentian sementara operasional SPPG Kalijaga 05 sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium keamanan pangan.
Berikutnya, kabar yang beredar di WhatsApp bahwa siswa TK Teratai meninggal dunia dipastikan hoaks. Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon, Harry Saputra Gani turun langsung ke RSD Gunung Jati dan memastikan dari 31 pasien yang dirawat di sana, tidak ada laporan meninggal dunia.
Hingga berita ini diturunkan, Dinkes Kota Cirebon masih melakukan pendataan lengkap dan uji sampel makanan. @Ries














