IKLAN
    • Advertorial
    • Kontak Kami
    Senin, Oktober 12, 2026
    Harian Pelita News
    IKLAN
    • BERANDA
    • CIAYUMAJAKUNING
      • KABUPATEN CIREBON
      • KOTA CIREBON
      • INDRAMAYU
      • MAJALENGKA
      • KUNINGAN
    • EKONOMI & BISNIS
    • KESEHATAN
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • NASIONAL
    Tidak ada hasil
    Tinjau semua hasil
    • BERANDA
    • CIAYUMAJAKUNING
      • KABUPATEN CIREBON
      • KOTA CIREBON
      • INDRAMAYU
      • MAJALENGKA
      • KUNINGAN
    • EKONOMI & BISNIS
    • KESEHATAN
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • NASIONAL
    Tidak ada hasil
    Tinjau semua hasil
    Harian Pelita News
    Tidak ada hasil
    Tinjau semua hasil
    IKLAN
    Beranda CIAYUMAJAKUNING

    Ngawur! Galian Menganga Tanpa Pengaman, Proyek 457 Juta Diduga Dikerjakan Asal

    Harian Pelita News oleh Harian Pelita News
    Oktober 12, 2026
    dalam CIAYUMAJAKUNING, KABUPATEN CIREBON, Uncategorized
    0 0
    0
    Ngawur! Galian Menganga Tanpa Pengaman, Proyek 457 Juta Diduga Dikerjakan Asal
    0
    BERBAGI
    17
    TAMPILAN
    Share on FacebookShare on WhatsappShare on Twitter

    Pelita News | Kab. Cirebon – Bobroknya pelaksanaan proyek milik DPUTR Kabupaten Cirebon kembali menuai sorotan tajam. Proyek Pemeliharaan Berkala Jalan Mertapada – Kendal dengan anggaran Rp. 457.290.000,- yang dikerjakan CV. Mekar Mandiri, diduga dikerjakan secara ngawur, ugal-ugalan, dan tanpa mengindahkan kaidah keselamatan konstruksi sedikitpun.

     

    Parahnya, galian menganga yang menutup akses keluar-masuk lingkungan kawasan pendidikan Bina Cendekia ini tepat di depannya adalah Ruas Jalan Kanci – Sindanglaut yang merupakan jalur utama Cirebon Timur. Tepat di bahu jalur yang setiap hari dilalui ribuan kendaraan logistik, pelajar, dan warga Cirebon Timur ini terlihat menumpuk material tanah hasil galian.

     

    Dengan biaya Rp 1,4 juta lebih per meter, seharusnya proyek ini menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) sesuai Permen PUPR No.10 Tahun 2021. Namun fakta di lapangan justru menunjukkan dugaan pelanggaran fatal sekaligus.

     

    Warga Mertapada Wetan, Rusly yang juga LSM Laskar NKRI membeberkan beberapa fakta dilapangan.

     

    DIDUGA ABAI K3 – PEKERJA TANPA ROMPI, HELM DAN SEPATU SAFETY

     

    Sebagian banyak pekerja terlihat menggali dan membongkar bahu jalan tanpa Alat Pelindung Diri (APD). Tidak ada helm proyek, tidak ada sepatu boot bahkan telanjang kaki, tidak ada rompi safety lengkap, bahkan ada yang hanya memakai celana pendek.

     

    “Hanya beberapa saja pekerja yang memakai rompi seadanya. Anggaran K3 dalam kontrak Rp 457 juta dipertanyakan,“ ungkapnya.

     

    TANPA BATAS PENGAMAN – BAHKAN POLICE LINE PUN TIDAK ADA

     

    Yang paling fatal dan menjadi sorotan utama, lanjut diungkapkan Rusly, Galian menganga dalam untuk pemasangan buis beton saluran didepan gerbang masuk dibiarkan terbuka begitu saja di tepi Ruas Jalan Kanci – Sindanglaut yang merupakan jalur utama. Tanpa ada police line, tanpa pagar seng / safety fence, tanpa water barrier, tanpa traffic cone reflektif, tanpa rambu K3, tanpa lampu kedip malam.

     

    “Hanya ada papan kecil “MOHON MAAF” yang tidak menjamin keselamatan. Galian terbuka tanpa batas ini menjadi jebakan maut bagi siswa dan warga setempat yang melintas, apalagi di malam hari,“ ujarnya.

     

    TANPA PENGENDALIAN DEBU – RIBUAN SISWA JADI KORBAN HISAP DEBU

     

    Selanjutnya, Rusly menyebut pihak Pelaksana juga diduga abai terhadap keselamatan ribuan siswa terhadap debu yang dihasilkan dari galian bahu jalan tanpa adanya penyiraman. Tidak ada penyiraman rutin, tidak ada jaring paranet penahan debu.

     

    “Debu pekat yang dibiarkan beterbangan masuk ke lingkungan pendidikan dan lingkungan warga akan dihirup setiap waktu, ini akan berpotensi menyebabkan ISPA,“ imbuhnya.

     

    Lokasi proyek ini tepat di lingkungan Yayasan Bina Cendekia Utama Cirebon, pusat pendidikan dengan ribuan siswa:

    – SMK Bina Cendekia

    – MA Bina Cendekia

    – MTs Bina Cendekia

    – SMP Bina Cendekia

    – Sekolah Tinggi Sains Islam (STSI) Cirebon

    – Pondok Pesantren Bina Cendekia

     

    METODE KERJA NGAWUR – TUTUP TOTAL AKSES, HARUSNYA SEPARUH JALAN

     

    Rusly mengingatkan bahwa akses keluar-masuk lingkungan pendidikan harusnya tidak digali seluruhnya yang mengakibatkan aktivitas kendaraan menuju pendidikan dan masyarakat di lokasi tersebut harus berputar arah.

     

    “Semestinya dikerjakan separuh jalan (metode half-half) dulu untuk pemasangan buis beton saluran, bergantian setelah selesai baru di gali separuhnya lagi agar akses tetap terbuka dan tidak menutup total aktivitas,“ bebernya.

     

    Fakta di lapangan, galian yang menutup akses kawasan pendidikan Bina Cendekia tersebut digali total selebar-lebarnya, tepat di depan Ruas Jalan Kanci – Sindanglaut yang merupakan jalur utama Cirebon Timur. Akibatnya akses ke kawasan pendidikan lumpuh total, kendaraan siswa, guru, wali santri, dan warga sekitar harus memutar arah mencari jalan lain.

     

    Selain itu, arus lalu lintas di jalur utama Kanci-Sindanglaut pun mendapatkan dampak akibat limbah tanah hasil galian yang menumpuk dibahu jalan. Kontraktor diduga ingin kerja cepat, kerja mudah, tanpa memikirkan dampak sosial dan tanpa memiliki manajemen rekayasa lalu lintas.

     

    “Anggaran K3, anggaran manajemen lalu lintas, anggaran pengendalian lingkungan itu kemana? Kalau galian dibiarkan tanpa police line dan pagar, debu dibiarkan tanpa siram, dan akses ditutup total di jalur utama Kawasan Pendidikan Bina Cendekia itu uangnya dikemanakan? Ini APBD loh, uang rakyat. Masa untuk beli police line Rp 20 ribu saja tidak mampu?“ geram Rusly.

     

    Publik mendesak DPUTR Kabupaten Cirebon untuk segera melakukan pengawasan ketat dan melakukan perubahan metode kerja menjadi separuh-separuh (half-half), pemasangan batas pengaman standar lengkap dengan police line, rambu K3, melakukan penyiraman debu rutin, dan melengkapi APD pekerja.

     

    Jangan jadikan kawasan pendidikan Bina Cendekia dan jalur utama Kanci – Sindanglaut sebagai korban proyek asal jadi. Jangan tunggu ada siswa dan masyarakat yang terperosok ke galian atau terkena ISPA baru bertindak.

     

    Hingga berita ini diturunkan, pihak CV. Mekar Mandiri tidak dapat dikonfirmasi karena tidak berada di lokasi proyek. @Ries

    Tags: CiayumajakuningKabupaten Cirebon
    Sebelumnya

    Semakin Maju Pesat, SMP Negeri 2 Susukanlebak Sekolah Unggul Berakreditasi A di Kabupaten Cirebon

    Berikutnya

    Tak Biasa, Berbekal Lapangan Seadanya Atlet Bowling NPCI Indramayu Tetap Berlatih 

    Harian Pelita News

    Harian Pelita News

    Berikutnya
    Tak Biasa, Berbekal Lapangan Seadanya Atlet Bowling NPCI Indramayu Tetap Berlatih 

    Tak Biasa, Berbekal Lapangan Seadanya Atlet Bowling NPCI Indramayu Tetap Berlatih 

    Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    • Trending
    • Komentar
    • Terkini
    Tongkat Komando Danrem 063/SGJ Berganti, Kolonel Galih Bramantyo Resmi Pimpin Wilayah Cirebon Raya

    Tongkat Komando Danrem 063/SGJ Berganti, Kolonel Galih Bramantyo Resmi Pimpin Wilayah Cirebon Raya

    September 26, 2026
    Dapat Bantuan Revitalisasi Rp 560 Juta, TK Harapan Bangsa Desa Kaligawe Mulai Dibangun

    Dapat Bantuan Revitalisasi Rp 560 Juta, TK Harapan Bangsa Desa Kaligawe Mulai Dibangun

    September 16, 2026
    M. Anwar Asmali Ajukan Audiensi ke Bupati Cirebon Soal LHP Inspektorat Dana PADes Mertapada Wetan 2025

    M. Anwar Asmali Ajukan Audiensi ke Bupati Cirebon Soal LHP Inspektorat Dana PADes Mertapada Wetan 2025

    September 30, 2026

    Diduga (F) Direktur PT Borneo Belum Bayar Upah Pekerja dan Pembelian Bahan Material 

    Oktober 8, 2026
    Tak Biasa, Berbekal Lapangan Seadanya Atlet Bowling NPCI Indramayu Tetap Berlatih 

    Tak Biasa, Berbekal Lapangan Seadanya Atlet Bowling NPCI Indramayu Tetap Berlatih 

    Oktober 12, 2026
    Ngawur! Galian Menganga Tanpa Pengaman, Proyek 457 Juta Diduga Dikerjakan Asal

    Ngawur! Galian Menganga Tanpa Pengaman, Proyek 457 Juta Diduga Dikerjakan Asal

    Oktober 12, 2026
    Semakin Maju Pesat, SMP Negeri 2 Susukanlebak Sekolah Unggul Berakreditasi A di Kabupaten Cirebon

    Semakin Maju Pesat, SMP Negeri 2 Susukanlebak Sekolah Unggul Berakreditasi A di Kabupaten Cirebon

    Oktober 12, 2026
    Hadapi Pekerjaan Kritikal di Tengah Laut, Manajemen Kilang Balongan Ingatkan Aspek Safety

    Hadapi Pekerjaan Kritikal di Tengah Laut, Manajemen Kilang Balongan Ingatkan Aspek Safety

    Oktober 12, 2026
    https://harianpelitanews.id/wp-content/uploads/2025/02/IMG_20250204_101013_260-6.png
    • Proyek Upland Kementan Genjot 550 Hektare Mangga Gedong Gincu Cirebon, Petani Milenial Dilibatkan dan Siap Ekspor ke Jepang

      Proyek Upland Kementan Genjot 550 Hektare Mangga Gedong Gincu Cirebon, Petani Milenial Dilibatkan dan Siap Ekspor ke Jepang

      0 bagi
      Bagi 0 Tweet 0
    • Matangkan Strategi 2029, DPD PSI Cirebon Gelar Konsolidasi Akbar di Dapil V

      0 bagi
      Bagi 0 Tweet 0
    • Hj. Sulastri, S.Ag. Terpilih Sebagai Ketua FKPQ Kabupaten Cirebon Masa Bakti 2026 – 2031

      0 bagi
      Bagi 0 Tweet 0
    • Masyarakat Losari Lor Semarakan dan Lestarikan Acara Tahunan Sedekah Bumi Dengan Penuh Kebersamaan

      0 bagi
      Bagi 0 Tweet 0
    • DPD FKPQ Kabupaten Cirebon Gelar Pemilihan Pengurus Masa Bakti 2026 – 2031

      0 bagi
      Bagi 0 Tweet 0
    Harian Pelita News

    Media Online Pelita News
    Kami selalu menyajikan informasi dengan Cepat dan Akurat.

    Kunjungi Kami

    Kategori Berita

    • CIAYUMAJAKUNING (13,055)
    • EKONOMI & BISNIS (336)
    • INDRAMAYU (5,547)
    • INFORMASI (597)
    • Jawa Tengah (409)
    • KABUPATEN CIREBON (6,320)
    • KESEHATAN (85)
    • KOTA CIREBON (1,091)
    • KUNINGAN (150)
    • MAJALENGKA (79)
    • NASIONAL (659)
    • OLAHRAGA (46)
    • PEMERINTAH DAERAH (781)
    • TEKNOLOGI (101)
    • Uncategorized (947)

    Berita Terbaru

    Tak Biasa, Berbekal Lapangan Seadanya Atlet Bowling NPCI Indramayu Tetap Berlatih 

    Tak Biasa, Berbekal Lapangan Seadanya Atlet Bowling NPCI Indramayu Tetap Berlatih 

    Oktober 12, 2026
    Ngawur! Galian Menganga Tanpa Pengaman, Proyek 457 Juta Diduga Dikerjakan Asal

    Ngawur! Galian Menganga Tanpa Pengaman, Proyek 457 Juta Diduga Dikerjakan Asal

    Oktober 12, 2026
    • Advertorial
    • Kontak Kami

    © 2020 Harian Pelita News - PT. Sinar BIntang Intermedia. Developed by CV Arkitech.

    Tidak ada hasil
    Tinjau semua hasil
    • Beranda
    • CIAYUMAJAKUNING
      • KABUPATEN CIREBON
      • KOTA CIREBON
      • INDRAMAYU
      • MAJALENGKA
      • KUNINGAN
    • EKONOMI & BISNIS
    • KESEHATAN
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • NASIONAL

    Masuk ke Akun Anda

    Lupa Password?

    Isi form isian dibawah

    Seluruh form isian wajib diisi. Masuk

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Masuk