Pelita News I Indramayu – PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Refinery Unit Balongan terus berupaya mewujudkan budaya HSSE (Health, Safety, Security & Environment) demi melindungi seluruh pekerja dari insiden kecelakaan kerja melalui pelaksanaan program “Safety Leadership Program (SLP 4.0)”.
Program SLP ini secara konsisten digelar 2 minggu sekali melalui bagian safety yang ditujukan bagi seluruh pekerja, mitra kerja, hingga pekerja kontraktor di lingkungan Kilang Pertamina Balongan Indramayu.
Hingga saat ini, penyelenggaraan workshop SLP 4.0 berjalan cukup optimal, dan telah berlangsung hingga 77 batch dan telah diikuti ratusan pekerja.
SLP ini bertujuan menanamkan kesadaran bahwa keselamatan kerja bukan hanya sebagai kewajiban, melainkan melalui pendekatan yang menyentuh nurani agar tumbuh rasa saling menjaga antar-pekerja.
Para instruktur pada workshop ini juga merupakan para pekerja-pekerja muda lintas fungsi yang sebelumnya telah dibekali materi sehingga pemahaman tentang aspek safety ini tidak hanya dikuasai oleh pekerja dari fungsi HSSI saja, namun dari fungsi lainnya.
Rachmat Hidayat, sala satu Perwira Kilang Balongan dari bagian Laboratorium merupakan sala satu perwira muda yang telah rutin mengisi materi SLP.
Disampaikan Rachmat, bahwa SLP 4.0 berfokus menanamkan Corporate Live Saving Rules dan 9 Perilaku Wajib di Pertamina. Selanjutnya, pada setiap sesinya, juga diselipkan bahwa keluarga memiliki peranan penting dalam mewujudkan kepatuhan aspek HSSE.
“SLP ini juga adalah sebagai wujud komitmen nyata dalam menjaga keandalan operasional dan keselamatan kerja di Kilang Balongan,” terang Rachmat dalam keterangannya, Sabtu (29/8/2026).
Keselamatan dan kesetankerja adalah prioritas utama di Kilang Balongan, sebab Kilang ini berkontribusi menyokong suplai energi di Jakarta, Banten, Jawa Barat dan sekitarnya, sehingga implementasi budaya HSSE yang prima mutlak dijalankan untuk menjaga kondusitivas kilang.
Perlu diketahui, Kilang Balongan merupakan salah satu kilang tercanggih di Indonesia dengan Nelson Complexity Index 11,9 dan dengan kapasitas pengolahan yang ditingkatkan menjadi 150 barel per hari. Melihat peran strategis ini, kondusivitas operasional kilang harus senantiasa ditunjang dengan business sustainability dan program-program budaya HSSE, termasuk melalui SLP 4.0. @safaro















