Pelita News I Indramayu – Polsek Sliyeg Indramayu memberikan edukasi pembinaan dan penyuluhan (Binluh) Kamtibmas kepada Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) di sebuah LPK di Desa Majasari, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, Rabu (5/8/2026). Kegiatan ini sebagai upaya meningkatkan kesadaran hukum dan keamanan bagi CPMI agar terhindar dari praktik Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
“Kami memberikan edukasi kepada para CPMI di Lembaga Pelatihan Kerja Desa Majasari, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu,” ujar Kapolres Indramayu AKBP Prianggo PM, melalu Kapolsek Sliyeg, AKP Edi Mulyadi, dalam keterangannya.
Kegiatan berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 10.30 WIB tersebut dilaksanakan bersama Bhabinkamtibmas Desa Tugu Aipda Johan H.D. Bahkan turut hadir Penanggung Jawab LPK setempat, para instruktur, staf LPK, serta peserta pelatihan yang dipersiapkan menjadi calon PMI.
Masih dikatakan Edi, para calon pekerja migran harus memiliki kesiapan yang matang, baik secara fisik, mental, maupun administrasi, agar dapat bekerja secara aman dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
“Calon Pekerja Migran Indonesia harus memastikan seluruh proses keberangkatan dilakukan melalui jalur resmi dengan dokumen yang lengkap. Jangan mudah tergiur tawaran pekerjaan yang menjanjikan gaji besar namun tidak memiliki legalitas yang jelas,” ujarnya.
Edi juga mengingatkan para peserta agar meningkatkan kewaspadaan terhadap praktik Tindak Pidana Perdagangan Orang serta berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan perusahaan atau penyalur tenaga kerja.
Menurutnya, edukasi sejak dini sangat penting untuk mencegah warga menjadi korban sindikat penempatan pekerja ilegal yang dapat merugikan secara hukum maupun keselamatan jiwa.
Kapolsek mengajak pengelola LPK, instruktur, dan seluruh peserta untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) dan meminta agar setiap informasi terkait potensi gangguan keamanan maupun dugaan tindak pidana segera dikoordinasikan dengan Polsek Sliyeg.
“Dengan komunikasi dan sinergi yang baik antara masyarakat, lembaga pelatihan, dan kepolisian, kita dapat mencegah berbagai bentuk kejahatan, termasuk TPPO dan penipuan yang berkedok penyaluran tenaga kerja,” tegasnya. @safaro















