Pelita News | Kab. Cirebon – SMK Samudra Nusantara Astanajapura, Kabupaten Cirebon menggelar kegiatan In House Training (IHT) bertema “Transformasi Vokasi Menjawab Tantangan Abad XXI” untuk Tahun Ajaran 2026/2027. Kegiatan hari pertama dilaksanakan pada Senin, 13 Juli 2026 dan diikuti seluruh guru dan tenaga kependidikan.
In House Training ini menjadi langkah strategis sekolah untuk memperkuat kesiapan menghadapi perubahan cepat di dunia industri, teknologi, dan otomatisasi.
Kepala SMK Samudra Nusantara Astanajapura, Jahri Faidi, SH MH, menyampaikan, sekolah berkomitmen mencetak lulusan yang tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga berdaya saing global.
“Alhamdulillah hari ini kita sudah melaksanakan kegiatan IHT pembagian tugas mengajar dan penyusunan administrasi pembelajaran hari pertama. Semangat untuk para tenaga pendidik menuju proses yang bermutu,“ ujarnya.
Dalam pemaparan materi, SMK Samudra Nusantara menegaskan visi “Industrial Technology Excellence”. Sekolah menempatkan diri sebagai pusat keunggulan teknologi industri untuk mempersiapkan generasi yang mampu beradaptasi, berinovasi, dan berkontribusi nyata di dunia kerja abad ke-21.
Visi ini dibangun di atas 3 pilar utama:
1. Filosofi Pendidikan 5E – The 21st Century Core: Ethic, Education, Expose, Explore, Entrepreneur. Lima pilar ini menjadi kerangka transformasi vokasi. Mulai dari integritas digital & etika profesi, literasi teknis berbasis SKKNI, networking global, problem-solving dengan AR/AI, hingga pola pikir inovatif berjiwa wirausaha.
2. Pancawaluya Character: Waluya Jati, Pikir, Tekad, Fisik, Sosial. Sebagai fondasi karakter dan identitas industrial.
3. Innovative Pedagogy – Pembelajaran berbasis tantangan industri nyata dengan metode System Block, Scavenger Hunt, dan Career Architect.
IHT juga menyoroti transformasi peran guru. Guru tidak lagi hanya sebagai transmitter atau pengajar, tetapi bertransformasi menjadi Fasilitator & Mentor serta Career Architect.
“Tanggung jawab guru hari ini adalah mendesain learning experience yang relevan dengan industri, mengintegrasikan teknologi ke kurikulum, dan memandu siswa merancang peta karier yang realistis,“ jelas Jahri Faidi.
Pada Materi IHT ini juga, Jahri Faidi menekankan 3 kompetensi kunci agar lulusan vokasi tetap unggul:
1. Digital Literacy: Memahami alur data, bukan hanya memakai alat.
2. Agility: Mampu beradaptasi cepat dengan perubahan teknologi AI dan EV.
3. Creativity: Menciptakan nilai tambah, bukan hanya mengikuti SOP.
“Dunia industri berubah dengan kecepatan luar biasa. Melalui IHT ini kami pastikan guru dan kurikulum kami selaras. Tujuannya satu: lulusan SMK Samudra Nusantara siap kerja, siap kuliah, dan siap berwirausaha di tingkat nasional maupun internasional,“ pungkasnya. @Ries















