Pelita News I Indramayu – Guna memastikan pasokan energi dari Kilang Pertamina Balongan tetap aman dan produk yang dihasilkan sesuai dengan spesifikasi dan standar pemerintah, Tim Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Republik Indonesia melakukan kunjungan kerja ke Kilang Balongan, Jum’at (26/06/2026).
Pada kunjungan ini, tim kementerian ESDM yang berjumlah 13 orang tersebut, melakukan visit ke Unit CDU (Crude Distillation Unit), Unit RCC (Residue Catalytic Cracking), dan Komplek Pertangkian untuk melihat secara detail peralatan kilang beroperasi optimal.
Selanjutnya, rombongan juga berkesempatan melihat langsung ruang control room, yang merupakan pusat saraf operasional untuk memantau, mengoordinasikan, dan mengendalikan seluruh proses pengolahan minyak atau gas secara real-time.
Yang tak kalah penting, Tim Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM juga melakukan peninjauan ruang Laboratorium Kilang Pertamina Balongan untuk memastikan seluruh produk minyak dan gas bumi seperti LPG, Pertalite, Pertamax Turbo, Avtur, Pertamina Dex, dan BBM lainnya memenuhi standar spesifikasi Dirjen Migas dan SNI sehingga layak dan aman digunakan konsumen.
Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga PPN Kilang Balongan, Yulianto Triwibowo, menyampaikan bahwa Kilang Balongan dalam menjalankan operasionalnya berkomitmen penuh mematuhi seluruh regulasi yang ditetapkan oleh pemerintah.
Dikatakan, Laboratorium Kilang Balongan terakreditasi sesuai standar Manajemen Mutu Laboratorium ISO/IEC 17025:2017 yang dikeluarkan oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) dan rutin dilakukan audit untuk menjaga standar kompetensi, kalibrasi alat, dan keandalan metode pengujian.
“Kami memastikan produk yang keluar dari kilang sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan pemerintah, ada lebih dari 20 parameter pengujian, termasuk angka oktan (RON) demi menjaga kualitas produk sebelum didistribusikan ke masyarakat,” ungkap Yulianto dalam keterangannya, Senin (29/6/2026).
Yulianto juga menyampaikan, Kilang Balongan senantiasa menjadwalkan kegiatan pemeliharaan kilang untuk menjaga performa tetap optimal. Turut disampaikan juga bahwa saat ini Kilang Balongan beroperasi normal dengan kapasitas pengolahan maksimum mencapai 150.000 Barel perhari.
Sementara itu, Koordinator Pokja Pelayanan dan Pengawasan Kegiatan Usaha Hilir Minyak Bumi Kementerian ESDM, Naufal Noor Rochman, menyampaikan bahwa kunjungan ini tidak hanya untuk melihat langsung operasional Kilang Balongan saja, namun juga bagian dalam upaya meningkatkan kompetensi SDM.
Disampaikan Naufal, Kilang Balongan dengan Kompleksitas tertinggi di Indonesia yakni 11,9 yang berarti kilang ini mampu menghasilkan lebih banyak produk bernilai tinggi dan berstandar internasional sudah sepatutnya dapat dijalankan dengan sabaik-baiknya.
“Antara Pemerintah sebagai regulator dan PT PPN RU Balongan selaku pelaku usaha hilir migas semoga terus tejalin sinergitas yang harmonis, sehingga bisa mewujudkan tata kelola migas yang baik dan dapat mendukung ketahanan energi nasional,” terang Naufal. @safaro














