Pelita News | Cirebon Timur — Jembatan talang gantung di Desa Blender, Kecamatan Karangwareng, Kabupaten Cirebon, yang merupakan peninggalan Belanda dan berusia ratusan tahun, didesak warga untuk segera dibangun ulang. Jembatan tersebut saat ini menjadi akses alternatif vital yang menghubungkan Desa Blender dengan Desa Kaligawe Wetan, Kecamatan Susukanlebak.
Konstruksi jembatan talang gantung Desa Blender masih asli, terdiri dari besi baja dan kawat baja yang tidak keropos oleh air. Namun, kaki penyangga di kedua ujung jembatan kini terancam ambruk akibat terus-menerus mengalami gerusan banjir dari tahun ke tahun.
Warga meminta perhatian serius dari pemerintah pusat maupun provinsi untuk melakukan pembangunan ulang jembatan yang menjadi penghubung tercepat antara Kecamatan Susukanlebak dan Kecamatan Karangwareng.
“Jembatan ini tidak hanya dipakai warga dua kecamatan saja. Banyak masyarakat luas yang memilih melintas di sini untuk menghindari kemacetan di jalur utama Susukanlebak – Karangsembung dan mempersingkat waktu tempuh,” ujar Yosu Subardi, Sabtu (9/5/2026).
Saat ini, jembatan talang gantung Desa Blender hanya dapat dilintasi kendaraan roda dua secara bergantian. Lebarnya yang kurang dari 1,5 meter membuat mobil tidak bisa masuk sama sekali.
Ke depan, warga berharap pembangunan ulang dapat membuat jembatan dilalui kendaraan roda empat, meski harus antre bergantian. Hal itu dinilai penting untuk mobilitas warga, distribusi hasil pertanian, dan akses layanan darurat.
“Pembangunan ulang jembatan talang gantung Desa Blender adalah mimpi yang sudah berpuluh tahun diidamkan warga masyarakat di wilayah Cirebon Timur,” tegas Yosu.
Warga khawatir jika dibiarkan, jembatan bersejarah ini akan ambruk dan memutus akses ekonomi dua kecamatan. Selain itu, fungsi jembatan sebagai saluran irigasi peninggalan Belanda juga terancam rusak.
Hingga berita ini diturunkan, Pelita News masih berupaya mengonfirmasi Kementerian PU dan Pemprov Jabar terkait kondisi jembatan talang gantung Blender. @Ries














