Pelita News I Indramayu – Mengingat tingkat bahaya yang sangat tinggi, petani di Kabupaten Indramayu diingatkan untuk tidak memasang perangkap tikus beraliran listrik. Imbauan ini bersamaan dengan dimulainya masa tanam serentak musim rendeng 2026.
Selama ini, penggunaan perangkap beraliran listrik kerap digunakan petani untuk menyelamatkan tanaman padi. Namun penggunaannya sudah banyak merenggut nyawa.
Hal itu menjadi perhatian khusus dari Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas) Polres Indramayu, untuk mencegah agar tidak ada lagi korban jiwa. Sehingga para petani diimbau tidak menggunakan instalasi listrik sebagai perangkap tikus.
“Sekarang sudah mulai terlihat di beberapa wilayah Kabupaten Indramayu akan memasuki musim tanam, ada yang sudah semai tanaman padi juga. Kami berupaya untuk mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan, sudah banyak korbannya,” jelas Kapolres Indramayu, AKBP M Fajar Gemilang melalui KBO Sat Binmas, IPTU Tasim, dalam keterangannya, Rabu (21/1/2026).
Untuk itu pihaknya secara masif melakukan sosialisasi kepada para petani dampak yang ditimbulkan dari penggunaan perangkap tikus tersebut. Langkah ini sala satu upaya antisipatif agar kejadian yang merenggut korban jiwa tidak terulang.
Disebutkan Tasim, pihaknya juga mengingatkan petani agar lebih bijak dalam mengatasi serangan hama tikus. Dalam hal ini terutama dalam memilih metode penanganan agar aman dan tidak membahayakan sendiri maupun orang lain yang berakibat kematian.
“Beberapa bulan lalu kita dengar ada korban karena jebakan tikus dengan instalasi listrik, untuk itu kita himbau jangan lagi digunakan, lebih baik gunakan metode jebakan konvensional atau dengan cara gotong-royong,” ujarnya.
Tasim juga menyarankan kepada para petani agar menggunakan cara yang lebih aman seperti gropyokan tikus. Juga bisa memilih cara dengan memberdayakan predator alami, seperti penyediaan rumah burung hantu (rubuha) disetiap hamparan sawah yang bisa dihuni sebagai sarang burung hantu liar.
“Bisa juga dengan pengasapan menggunakan belerang pada sarang tikus. Mari peduli dan saling menjaga untuk keselamatan bersama, petani makmur rakyat sejahtera,” pungkasnya. @safaro















