Pelita News Kabupaten Cirebon
dr. Yenny Nur Hidayati dari Puskesmas Tegalgubug menarik perhatian publik dengan memaparkan inovasi unggulannya dalam penanggulangan stunting yang diberi nama Bestie Sekali akronim dari Bebas Stunting Dengan Intervensi Spesifik Sesuai Siklus Hidup, dalam ajang Lomba Inovasi Daerah 2025 di Bapelitbangda Kabupaten Cirebon pada Kamis, 25 September 2025.
Dalam keterangannya pada Journalist Harian Pelita News, Sabtu ( 27/9/25 ) dr. Yenny Nur Hidayati menjelaskan bahwa latar belakang inovasi Bestie Sekali adalah stunting merupakan permasalahan gizi di Indonesia yang berdampak serius terhadap sumber daya manusia dan menjadi perhatian utama saat ini, di Indonesia balita mengalami stunting sebanyak 21,5 % mengalami stunting, kemudian prevalensi stunting menurut Provinsi di Jawa Barat sebanyak 24, 5 % ( data profil kesehatan Kabupaten Cirebon 2023 ) serta prevalensi balita stunting menurut Kabupaten Cirebon tahun 2023 di Cirebon sebanyak 19.250 orang atau sekitar 11 %, terangnya.
Bestie Sekali merupakan inovasi Puskesmas Tegalgubug dalam rangka upaya percepatan penurunan stuntung ” inovasi Bestie Sekali berfokus pada pendekatan intervensi yang terarah dan berkelanjutan, mengikuti fase – fase kritis dalam siklus hidup manusia mulai dari remaja, calon pengantin, ibu hamil, bayi hingga balita ” tegasnya.
Penanganan stunting tidak bisa dilakukan secara parsial, harus ada pendekatan yang menyeluruh dan tepat sasaran, dimulai sejak sebelum kehamilan ” di sinilah pentingnya pendekatan berbasis siklus hidup ” ujar dr. Yenny Nur Hidayati.
Inovasi ini mengintegrasikan berbagai program spesifik, seperti pemberian edukasi gizi dan kesehatan reproduksi pada remaja, pmeriksaan pranikah dan konseling gizi untuk calon pengantin, pemantauan gizi ibu hamil dan pemberian makanan tambahan, pemenuhan ASI eksklusif dan MPASI yang tepat dan pemantauan tumbuh kembang balita secara terintegrasi, ungkapnya.
Bestie Sekali juga menggandeng lintas sektor, termasuk sekolah, KUA, hingga pemerintah desa dan kader posyandu, untuk memastikan intervensi berjalan konsisten di tiap tahapan, kata dr. Yenny Nur Hidayati.
Program ini telah diimplementasikan diwilayah kerja Puskesmas Tegalgubug yang meliputi 11 desa ” intinya inovasi Bestie Sekali untuk menurunkan angka stunting sampai dengan zero new stunting wilayah di UPTD Puskesmas Tegalgubug ” jelasnya.
Menurut saya, lomba Inovasi Daerah 2025 menjadi panggung strategis untuk menampilkan praktik – praktik terbaik salah satunya dari tenaga kesehatan ” mudah – mudahan inovasi Bestie Sekali yang dikembangkan Puskesmas Tegalgubug menjadi model replikasi nasional khususnya di Kabupaten Cirebon dalam upaya pencapaian target Indonesia Bebas Stunting 2030 ” tutup dr. Yenny Nur Hidayati. ( Nurzaman )















