Pelita News | Cirebon Timur – Pekerjaan normalisasi sungai singaraja yang melintasi 6 desa yang tersebar di Kecamatan Pangenan, Astanajapura dan Lemahabang dirasa tidak maksimal. Pekerjaan tersebut hanya berhasil dilakukan di Desa Japura Lor dan sebagian Desa Lemahabang saja, desa-desa lainnya yang tidak terealisasi akibat kendala akses yang dilintasi alat berat dan fungsi alat berat yang tidak mampu turun ke dasar sungai.
Tokoh Pemuda Kecamatan Lemahabang, Herlan Widiarto, SH merasa kecewa dengan ketidak profesionalan BBWS Cimancis yang tidak maksimal dalam melaksanakan kegiatan normalisasi di Sungai Singaraja. Menurutnya, jika kendala tersebut di karenakan alat berat yang tidak mampu turun ke sungai, seharusnya dari awal yang di datangkan alat berat jenis amphibi dan bukan alat berat biasa.
“Kegiatan ini saya nilai tidak berhasil. Sejak awal mereka mengetahui karena terlebih dahulu survei ke lokasi untuk melihat kondisi dilapangan seperti apa. Kalau alat berat jenis amphibinya belum ada atau sedang digunakan di tempat lain seharusnya menunggu dulu, intinya jangan melakukan pekerjaan secara terpaksa,,“ tegasnya.
Ia juga menilai, kegiatan yang terkesan asal ini hanya memberikan sebuah harapan palsu ditengah masyarakat yang ingin lepas dari ketakutan dan bayangan banjir langganan disetiap musim hujan. Seperti di Desa Lemahabang, alat berat hanya melakukan pelebaran dan perapihan di tepi sungai saja. Namun tidak melakukan pengerukan sungai yang mengalami pendangkalan.
“Ini sudah jauh dari tujuan normalisasi, bahkan terlihat jelas ada gundukan tanah dan tumbuh subur pohon pisang di tengah aliran sungai kok di diamkan tanpa dilakukan pengerukan. Ini kegiatan normalisasi atau hanya cari sensasi ?,“ kesal Herlan.
Herlan pun mengingatkan BBWS Cimancis untuk lebih serius dalam melaksanakan kegiatan normalisasi dengan profesional. Terkait hambatan dilapangan, ia meyakini BBWS Cimancis lebih memahami dan menguasai bidangnya. Ia ingin hasil pekerjaan kegiatan normalisasi ini dapat bermanfaat untuk masyarakat, tidak terkesan asal-asalan dan hanya dikerjakan yang terlihat mudahnya saja.
“Teknis dan segala persoalan dilapangan adalah bidangnya BBWS Cimancis yang tidak perlu dijadikan dalih alasan. Silahkan bagaimana alat berat yang dibutuhkan dapat hadir mendukung kegiatan normalisasi untuk sungai singaraja yang hasilnya jadi lebih baik,“ pungkasnya.
Ketika dikonfirmasi terkait kegiatan normalisasi dari hulu ke hilir yang dirasa masih kurang maksimal, Kepala BBWS Cimancis, Dwi Agus Kuncoro, ST, MM, MT menyampaikan, pada prinsipnya BBWS Cimancis akan mengerjakan selagi alat berat bisa masuk tidak beresiko dan keamanan alat berat.
“Perlu kita cari solusi bersama adalah alat berat tersebut dapat bekerja, perlu dukungan semua pihak,“ ujarnya.
Perlu diketahui, kegiatan normalisasi yang dilakukan BBWS Cimancis saat ini tengah berlangsung di sungai singaraja Desa Tuk Karangsuwung, Kecamatan Lemahabang. Banyak kendala karena fungsi alat berat yang tidak mendukung untuk dapat turun ke dasar sungai, alhasil dipastikan kegiatan normalisasi ini tidak akan berbuah maksimal. @Ries















