• Advertorial
    • Kontak Kami
    Sabtu, Juni 13, 2026
    Harian Pelita News
    • BERANDA
    • CIAYUMAJAKUNING
      • KABUPATEN CIREBON
      • KOTA CIREBON
      • INDRAMAYU
      • MAJALENGKA
      • KUNINGAN
    • EKONOMI & BISNIS
    • KESEHATAN
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • NASIONAL
    Tidak ada hasil
    Tinjau semua hasil
    • BERANDA
    • CIAYUMAJAKUNING
      • KABUPATEN CIREBON
      • KOTA CIREBON
      • INDRAMAYU
      • MAJALENGKA
      • KUNINGAN
    • EKONOMI & BISNIS
    • KESEHATAN
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • NASIONAL
    Tidak ada hasil
    Tinjau semua hasil
    Harian Pelita News
    Tidak ada hasil
    Tinjau semua hasil
    IKLAN
    Beranda CIAYUMAJAKUNING

    Kabid Tanaman Pangan DKPP Indramayu Luncurkan Rancangan Aksi Perubahan

    Harian Pelita News oleh Harian Pelita News
    Juli 29, 2025
    dalam CIAYUMAJAKUNING, INDRAMAYU
    0 0
    0
    Kabid Tanaman Pangan DKPP Indramayu Luncurkan Rancangan Aksi Perubahan
    0
    BERBAGI
    69
    TAMPILAN
    Share on FacebookShare on WhatsappShare on Twitter

     

    Pelita News I Indramayu – Kepala Bidang Tanaman Pangan pada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Indramayu, Dr. H. Imam Mahdi, S.P., M.M., mengajak para petani untuk kembali ke pertanian ramah lingkungan menggunakan pupuk organik. Ajakan itu bukan tanpa sebab karena dilatarbelakangi terjadinya penggunaan pupuk kimia secara terus menerus hingga lebih dari 30 tahun, sehingga berlebihan atau over dosis yang menyebabkan kerusakan lahan. Lahan menjadi kritis atau terdegradasi.

     

    Ajakan itu dikemas oleh Imam Mahdi dengan meluncurkan rancangan aksi perubahan melalui kegiatan pencanangan gerakan organik padi lahan untuk kemakmuran Indramayu melalui penyusunan peraturan bupati di Kabupaten Indramayu. Rancangan itu sebagai persyaratan Pelatihan Kepemimpinan Administrator Angkatan III Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Barat Tahun 2025.

     

    Gagasan tersebut merupakan gagasannya karena setiap peserta diklatpim itu harus memiliki gagasan sendiri berdasarkan tupoksinya sesuai dinas masing-masing. Tidak bias meniru dan harus asli.

     

    Rencana aksi ini, kata dia, sudah mulai disosialisasikan seperti di rapat-rapat dinas, dengan masyarakat Desa Mundakjaya Cikedung kolaborasi dengan Pertamina EP melalui program “jari tangan” termasuk dengan kelompok tani di Desa Krasak Kecamatan Jatibarang dan poktan lainnya.

     

    Dalam rancangannya, Imam mengatakan ketika pupuk kimia diberikan/ditambah secara terus menerus, maka bukan menambah produksi namun semakin menurunkan produksi padi termasuk jenis produksi tanaman lainnya. Menurutnya, itu sejalan dengan the law of diminishing return (hukum kenaikan hasil yang semakin berkurang). Ketika ditambah pupuk terus menerus bukan meningkatkan produksi tetapi malah menurunkan, karena tanahnya over dosis atau jenuh. Jadi harus menggunakan pupuk yang berimbang.

     

    “Karena sudah lama maka harus dilakukan suatu gerakan kembali ke pertanian ramah lingkungan dengan menggunakan pupuk organik. Gerakan tersebut tentunya harus kuat, karena petani sudah terbiasa menggunakan pupuk kimia,” kata dia ketika ditemui di kantornya, Selasa (29/07/2025).

     

    Gerakan itu, sambungnya menjadi latar belakang adanya aksi perubahan gerakan organik padi lahan. Karena menurutnya, padi bisa ditanam pada lahan berbeda, seperti lahan tegalan, sawah, pasang surut, bantaran, lahan perhutani dan lainnya bahkan bisa di tanam di lahan pekarangan. Pada sisi lain, program pembangunan global yakni Sustainable Development Goals (SDGs) itu mengusung pembangunan berkelanjutan sebagai turunan dari kesepakatan Paris, Prancis dan Rio De Jeneiro, Brasil. Kesepatan itu menjadi dasar pembangunan di seluruh negara harus mengacu kepada poin-poin SDGs, diantaranya green ekonomi, mengurangi pencemaran, menurunkan pemanasan global, dan kerusakan lingkungan.

     

    Program-program itu berkelanjutan sehingga gerakan pencanangan gerakan organik di lahan in line (sejalan) dengan SDGs, Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN), Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Provinsi Jawa Barat dan in line dengan RPJPD Kabupaten Indramayu. Bahkan program unggulan nomor 9, Bupati dan Wakil Bupati Lucky Hakim – Syaefudin, membuat pupuk organik dan mengembangkan pertanian organik. Program unggulan itu merupakan turunan misi nomor 2 yakni meningkatkan kesejahteraan para petani. Sangat in line, sehingga saya menggagas aksi perubahan ini, aksi itu bukan kaleng-kaleng tapi ada dasarnya.

     

    “Aksi ini sejalan dengan program dunia, RPJPN, RPJPD Provinsi dan RPJPD Kabupaten yang di dalamnya ada visi misi Bupati dan Wakil Bupati yakni ingin mengembalikan kesuburan lahan agar kedepan lahan tersebut bisa diwariskan kepada anak cucu,” ujarnya.

     

    Adapaun tujuan dari rancangan aksi perubahan melalui pencanangan gerakan organik padi lahan, adalah meningkatkan produksi dan produksifitas padi. Sejalan dengan program unggulan Presiden Prabowo dengan Asta Citanya yakni swasembada. Kalau lahannya kritis atau terdegradasi, bisakah produktifitasnya meningkat, lama-lama menurun. Kuncinya pada lahan.

     

    Menurutnya, berdasarkan hasil penyuluhan dan pembinaan pihaknya pada kelompok tani (Poktan) Sri Makmur Desa Krasak Kecamatan Jatibarang yang sudah lama menggunakan pupuk organik hasil produksinya meningkat. Semula rata-ratanya 7 ton/hektare (ha) bisa meningkat satu sampai dua ton menjadi 8-9 ton/ha, maka pendapatan petaini akan meningkat pula, ketika pendapatannya meningkat maka akan memperbaiki kesejehteraan para petani.

     

    Dikatakan, berkaitan dengan rancangan aksi perubahan itu, maka di desa lokus pihaknya juga akan melatih para petani melalui Poktan Sri Makmur Desa Krasak yang sudah biasa membuat pupuk organik agar petani lainnya bisa membuat pupuk sendiri.

     

    Intinya, penggunaan pupuk organik, pada tahap penumbuhan dan pengembangan itu mendampingi pupuk-pupuk kimia sintetis agar serapan pupuk kimia itu tinggi dan maksimal. Maksudnya, ketika lahan sudah kritis, pupuk mikro (mangan, zink, ferum, Boron, molibden dan lainnya) yang sangat dibutuhkan oleh tanaman habis maka pertumbuhan tanaman terhambat, tapi jika NPK pupuk makro tidak ada, tidak apa-apa, tanaman masih hidup. Tapi kalau tidak ada hara mikro, tanaman bisa mati. Ini bisa disebut dalam posisi di ujung tanduk, masih ada makro dari pupuk-pupuk kimia namun mikronya sudah habis. Produksi masih ada tapi melandai.

     

    Imam menyebutkan, ketika pupuk kimia diberikan ke lahan pertanian kritis yang diserap hanya 60 persen sisanya 40 persen menumpuk di lahan, akar, batang dan itu terjadi bertahun-tahun. Contohnya, ketika jerami dipangkas ada kandungan pupuk yang tidak dimanfaatkan, itu mubajir. Oleh karenanya kata Imam, supaya tanamannya kuat dan sehat maka serapan pupuk kimia sintetis habis maka diimbangi pupuk organik mikro dan ditambah dengan bakteri mikroba.

     

    Pihaknya memprediksi kalau penggunaan pupuk organik berhasil maka penggunaan pupuk kimia akan ditinggalkan karena dengan organik saja hasilnya sudah bagus dan itu sudah dibuktikan oleh Poktan Sri Makmur Desa Krasak, Kecamatan Jatibarang.

     

    Dari aksi perubahan ini diharapkan ada pencanangan untuk jangka menengah dan panjang dan pencanangan kemungkinan dilakukan tahun 2026.

     

    “Dari aksi perubahan diharapkan adanya pembuatan pupuk organik tiap tahun dan bisa terus disebarkan ke poktan-poktan lainnya dengan metoda adopsi dan adaptasi,” pungkasnya. @safaro

    Tags: CiayumajakuningIndramayu
    Sebelumnya

    Pengerukan Sungai Singaraja Terkendala Akses, Pemda Malah Sibuk Rotasi Jabatan

    Berikutnya

    Pemdes Jatipancur Bersama Pendamping PKH dan TKSK Edukasi Program Bansos

    Harian Pelita News

    Harian Pelita News

    Berikutnya
    Pemdes Jatipancur Bersama Pendamping PKH dan TKSK Edukasi Program Bansos

    Pemdes Jatipancur Bersama Pendamping PKH dan TKSK Edukasi Program Bansos

    Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    • Trending
    • Komentar
    • Terkini
    Tiga Bocah Warga Desa Kebonturi Diduga Jadi korban Kekerasan Oknum Kuwu

    Tiga Bocah Warga Desa Kebonturi Diduga Jadi korban Kekerasan Oknum Kuwu

    Mei 21, 2026
    Jalan Penghubung Sedong Kidul-Karangwuni Putus, 147 KK Terisolir dan 4 Rumah Rusak Berat & Ringan

    Jalan Penghubung Sedong Kidul-Karangwuni Putus, 147 KK Terisolir dan 4 Rumah Rusak Berat & Ringan

    Mei 19, 2026
    Selain Biaya Pendaftaran, Diduga Ada Biaya Lainnya Pada Program PTSL tahun 2026 di Desa Jungjang Wetan 

    Selain Biaya Pendaftaran, Diduga Ada Biaya Lainnya Pada Program PTSL tahun 2026 di Desa Jungjang Wetan 

    Mei 21, 2026
    SPMB 2026/2027 SMK Negeri 1 Lemahabang Dibuka: Ini Timeline, Jalur & Kuotanya

    SPMB 2026/2027 SMK Negeri 1 Lemahabang Dibuka: Ini Timeline, Jalur & Kuotanya

    Juni 8, 2026
    614 KPM di Kaligawe Wetan Terima Bantuan Pangan Beras & Minyak Goreng

    614 KPM di Kaligawe Wetan Terima Bantuan Pangan Beras & Minyak Goreng

    Juni 13, 2026
    Bulan Bung Karno, Ono Surono Buka Turnamen Bola Voli Indor Soekarno CUP 2026 

    Bulan Bung Karno, Ono Surono Buka Turnamen Bola Voli Indor Soekarno CUP 2026 

    Juni 13, 2026
    Animo Pendaftar Tinggi, Panitia ADS Seri 3 Indramayu Buka Sebelas Kelas sampai Minggu Pagi 

    Animo Pendaftar Tinggi, Panitia ADS Seri 3 Indramayu Buka Sebelas Kelas sampai Minggu Pagi 

    Juni 13, 2026
    Pemkot Cirebon Dukung Upaya Mitigasi Pesisir untuk Atasi Banjir Rob

    Pemkot Cirebon Dukung Upaya Mitigasi Pesisir untuk Atasi Banjir Rob

    Juni 13, 2026
    https://harianpelitanews.id/wp-content/uploads/2025/02/IMG_20250204_101013_260-6.png
    • Pemerintah Kecamatan Greged Gelar Do’a Tolak Bala & Tahaddus Binni’mah 2 Dekade

      Pemerintah Kecamatan Greged Gelar Do’a Tolak Bala & Tahaddus Binni’mah 2 Dekade

      0 bagi
      Bagi 0 Tweet 0
    • 614 KPM di Kaligawe Wetan Terima Bantuan Pangan Beras & Minyak Goreng

      0 bagi
      Bagi 0 Tweet 0
    • SPMB 2026/2027 SMK Negeri 1 Lemahabang Dibuka: Ini Timeline, Jalur & Kuotanya

      0 bagi
      Bagi 0 Tweet 0
    • Aksi “Jumat Berkah” Lanal Cirebon, Bagikan Makanan untuk Warga dan Nelayan

      0 bagi
      Bagi 0 Tweet 0
    • Tersedia Kuota 420 Siswa, SPMB 2026 SMAN 1 Karangwareng Resmi Dibuka

      0 bagi
      Bagi 0 Tweet 0
    Harian Pelita News

    Media Online Pelita News
    Kami selalu menyajikan informasi dengan Cepat dan Akurat.

    Kunjungi Kami

    Kategori Berita

    • CIAYUMAJAKUNING (12,452)
    • EKONOMI & BISNIS (312)
    • INDRAMAYU (5,294)
    • INFORMASI (563)
    • Jawa Tengah (409)
    • KABUPATEN CIREBON (5,981)
    • KESEHATAN (80)
    • KOTA CIREBON (1,047)
    • KUNINGAN (132)
    • MAJALENGKA (62)
    • NASIONAL (630)
    • OLAHRAGA (42)
    • PEMERINTAH DAERAH (724)
    • TEKNOLOGI (90)
    • Uncategorized (512)

    Berita Terbaru

    614 KPM di Kaligawe Wetan Terima Bantuan Pangan Beras & Minyak Goreng

    614 KPM di Kaligawe Wetan Terima Bantuan Pangan Beras & Minyak Goreng

    Juni 13, 2026
    Bulan Bung Karno, Ono Surono Buka Turnamen Bola Voli Indor Soekarno CUP 2026 

    Bulan Bung Karno, Ono Surono Buka Turnamen Bola Voli Indor Soekarno CUP 2026 

    Juni 13, 2026
    • Advertorial
    • Kontak Kami

    © 2020 Harian Pelita News - PT. Sinar BIntang Intermedia. Developed by CV Arkitech.

    Tidak ada hasil
    Tinjau semua hasil
    • Beranda
    • CIAYUMAJAKUNING
      • KABUPATEN CIREBON
      • KOTA CIREBON
      • INDRAMAYU
      • MAJALENGKA
      • KUNINGAN
    • EKONOMI & BISNIS
    • KESEHATAN
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
    • NASIONAL

    Masuk ke Akun Anda

    Lupa Password?

    Isi form isian dibawah

    Seluruh form isian wajib diisi. Masuk

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Masuk