Kuningan | Pelita News.– Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperluas peranannya dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di kawasan Ciayumajakuning, khususnya melalui pelatihan bagi para agen literasi di Kabupaten Kuningan. Salah satunya adalah dengan menggelar acara Training of Trainers (TOT) bertema *“Strategi Perencanaan Keuangan untuk Masa Depan”* yang diselenggarakan di Universitas Kuningan (UNIKU).

Acara ini merupakan kolaborasi antara OJK Cirebon, Perumda BPR Kuningan, dan lima perguruan tinggi di Kuningan, yaitu UNIKU, Universitas Islam Al-Ihya Kuningan (UNISA), Universitas Muhammadiyah Kuningan, Universitas Bhakti Husada Indonesia (UBHI), dan Sekolah Tinggi Agama Islam Kuningan (STAIKU). Sebanyak 200 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi tersebut mengikuti pelatihan ini dengan harapan mereka dapat menjadi agen literasi yang dapat mengedukasi masyarakat tentang pentingnya perencanaan keuangan yang bijak.
Dalam sambutannya, Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib, menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan dan kontrol sosial. “Sebagai agen perubahan, mahasiswa memiliki tanggung jawab besar dalam membantu masyarakat membuat keputusan keuangan yang tepat. Mereka juga berperan dalam memberikan contoh pengelolaan keuangan yang bijak,” ujar Agus.
Agus juga mengungkapkan kekhawatirannya terkait tingginya jumlah pengaduan yang diterima oleh OJK Cirebon. Pada Januari 2025, tercatat ada 87 pengaduan nasabah, tujuh di antaranya berasal dari pelajar dan mahasiswa yang terjebak dalam penipuan online, termasuk yang melibatkan pinjaman daring ilegal (pinjol). “Keputusan keuangan yang salah dapat membawa dampak besar di masa depan. Oleh karena itu, perlu ada pemahaman lebih mendalam di kalangan mahasiswa dan masyarakat tentang risiko finansial yang bisa terjadi,” tambahnya.
Di sisi lain, acara ini juga menghadirkan narasumber ahli seperti Panny Malangsari Mulyadi, Analis Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan OJK Cirebon, yang menjelaskan berbagai topik, mulai dari tugas OJK, produk-produk keuangan, hingga cara melaporkan penipuan keuangan melalui Indonesia Anti Scam Center (IASC).
Rektor UNIKU, Prof. Dikdik Harjadi, SE., M.Si, dalam kesempatan tersebut mengingatkan mahasiswa untuk selalu menjadi teladan bagi masyarakat, khususnya dalam menghadapi fenomena pinjaman ilegal dan judi online. “Mahasiswa harus bijak dan tidak terjebak dalam skema keuangan ilegal yang dapat membahayakan masa depan mereka,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama Perumda BPR Bank Kuningan, Dodo Warda, S.E., M.M., menambahkan bahwa pihaknya berkomitmen untuk mendukung penuh program literasi keuangan ini, dan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk membangun masyarakat yang lebih sadar dan cerdas dalam mengelola keuangan.
Melalui inisiatif ini, diharapkan masyarakat, khususnya generasi muda, dapat lebih memahami pentingnya perencanaan keuangan yang baik, serta menghindari perilaku konsumtif yang dapat merugikan kesejahteraan ekonomi mereka di masa depan.@Bams















