Pelita News, Indramayu – Upaya Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Sindang Kabupaten Indramayu untuk menghidupkan kembali Sipon Bangkir di bawah Bendung Karet Rambatan Kecamatan Lohbener berbuah manis. Pasalnya perjuangan dihidupkan kembalinya saluran di bawah sungai Cimanuk – Rambatan sejak 2009 ini bakal direalisasikan pada 2023 ini.
Ketua KTNA Kecamatan Sindang, Wartaka mengaku suka cita karena perjuangan pihaknya untuk menghidupkan kembali Sipon Bangkir bakal direalisasi pada tahun ini. Perihal pembangunan tersebut kata dia, akan dikerjakan satu paket dengan pekerjaan saluran dan terangkum dalam Rentang Irrigation Modernization Project (RIMP) LSS – 07 & LOS – 04.
“Rencana dibangunnya kembali Sipon Bangkir bukan lagi angin sorga, tapi nyata. Gambar dan lainnya sudah ada,” kata dia di Balai Desa Rambatan Wetan Kecamatan Sindang, Kamis (15/6/2023).
Ia tidak menampik perjuangan untuk mewujudkan saluran di bawah sungai itu sangat panjang sejak 2009, kemudian mendapat jawaban dari Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk – Cisanggarung (BBWS Cimancis) Cirebon. Saat pembahasan awal kata dia, ada penawaran akan dibangun dalam bentuk talang.
Saat itu sambungnya, pihaknya tidak mempersoalkan akan dibangun dalam bentuk sipon atau talang yang penting ada air masuk ke areal persawahan di wilayah Kecamatan Sindang dan Pasekan secara alami bukan dengan pompanisasi. Namun kalau sesuai keinginan adalah sipon, kalau dalam bentuk talang resiko pemeliharaannya mahal.
“Alhamdulillah keinginan dihidupkannya kembali sipon dijawab oleh pemerintah dan melalui BBWS Cimancis akan dibangun pada 2023 ini,” ucapnya.
Wartaka menyebutkan proyek pembangunan Sipon Bangkir merupakan proyek strategis nasional. Proyek tersebut sambungnya akan mengaliri areal persawahan di dua kecamatan yakni Kecamatan Sindang dan Pasekan dengan luas areal persawahan sekira 4 ribuan hectare.
“Kalau proyek tersebut rampung tentunya akan meringankan petani karena tidak lagi harus mengeluarkan biaya untuk membayar jasa pompanisasi,” tandas dia.
Ditambahkan, luas areal persawahan di Kecamatan Sindang 2 ribuan hectare dan Pasekan sekira 2 ribu, total 4 ribuan hektare. Selama ini lanjutnya, untuk mengaliri areal persawahan tersebut pihaknya bergantung pada jasa pompaisasi dengan biaya hingga Rp3 juta per hectare per musim tanam.
“Dengan total biaya tersebut kami pernah menghitung biaya jasa pompanisasi untuk mengairi areal persawahan sekira 4 ribuan hectare per musim tanam sekira Rp3,8 miliar. Nah dengan adanya Sipon Bangkir setidaknya petani akan diuntungkan karena tidak lagi mengeluarkan biaya tambahan,” tambahnya. (saprorudin)















